Melalui Program Quick Wins Kapolri, Ditreskrimsus Polda Riau Gencarkan Edukasi Antikejahatan Digital
Melalui Program Quick Wins Kapolri, Ditreskrimsus Polda Riau Gencarkan Edukasi Antikejahatan Digital
Pemerintahan
ISU Sukmawati Soekarno Putri membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden Soekarno tengah jadi sorotan. Apalagi ia juga membandingkan Pancasila dengan Alquran.
Di sela bergulirnya isu tersebut, Ustadz Felix Siaw mengunggah tulisan yang menyentuh hati lewat akun Instagramnya. Ia menulis nasihat tentang bagaimana semestinya Muslim menghargai Nabi Muhammad, Rasulullah SAW. Berikut selengkapnya unggahan tersebut:
“Allahumma Shalli ’Ala Sayyidina Muhammad
Baca Juga:
Rasulullah takkan pernah marah bila pribadinya yang dihina. Jangankan itu, dilempari saja dia balas dengan doa, dibentak saja dia balas dengan senyuman
Pantas nama Muhammad dan Ahmad disematkan padanya. Dia lelaki terpuji dan pantas untuk dipuji-puji. Bukan hanya manusia, bahkan malaikat dan Tuhan-Nya memujinya
Baca Juga:
Tapi jangan jadikan itu sebagai alasan untuk menghinanya. Sebab para pengikutnya pasti akan membelanya, dengan apapun yang mereka punya dan ada
Sebab cinta pengikutnya, takkan membiarkan yang dicintai untuk disakiti, meski yang dicintai takkan membalas apapun yang diperlakukan kepadanya
Seharusnya bulan ini adalah bulan untuk mengingatnya, bukan bulan untuk menyakitinya. Harusnya bulan ini untuk belajar darinya, bukan membandingkannya (red. Nabi Muhammad).
Apalagi memojokkan dirinya, seolah dirinya tak berjasa apapun. Padahal milyaran manusia dan ribuan tahun peradaban berhutang padanya
Bahkan tak berhenti sampai dunia, keperluan kita kepadanya sampai pada akhirat. Kerinduannya pada kita bahkan sebelum kita menghirup nafas di dunia
Bila tak tahu cinta, jangan kau mencela. Bila tak suka dengan jalannya, jangan namanya didera. Tak cukup benderanya, tak cukup warisannya, kini namanya kau nista
Ketahui, setiap nama yang dulu menentangnya, kini dilupakan dunia. Yang dahulu memerangi risalahnya, kini binasa. Yang mengejek-ejeknya meski dalam hati, terputus dari karunia
Bila yang diucap lisan sudah berbisa, apalagi racun yang tersimpan di dalam dada. Asal tahu saja, ujung dari dengki itu adalah celaka di dunia, dan di akhirat sengsara
Ini bukan menakut-nakuti, hanya nasihat bagi diri sendiri, yang mengkhawatirkan bahwa ia berhenti mencintai, pada Nabi yang lebih utama dari apapun yang ada di bumi."
(sumber: okezone.com)
Melalui Program Quick Wins Kapolri, Ditreskrimsus Polda Riau Gencarkan Edukasi Antikejahatan Digital
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru yang telah d
Pemerintahan
AKP Noki Loviko Bikin Pengedar Narkoba KetarKetir, Empat Orang Diringkus
Hukrim
kabarmelayu.com,KAMPAR Usai menggelar kegiatan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) periode 20262027 pada Kamis, 22 Okto
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menggesa pengerjaan Simpang MTQ, Kota Pekanbaru. Mereka bukan cuma menyi
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, mengonfirmasi temuan jejak Harimau Sumatra (Pant
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus berupaya memastikan masyarakat mendapat Bahan Bakar Minyak (BBM) sesuai
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H. Tantawi Jauhari memimpin apel Senin pagi gabungan di
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru masih bertengger di puncak klasemen sementara Grup A Pegadaian Championship 2026/2027. Tim Askar
Sport
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, kembali menunjukkan prestasi ge
Pendidikan