Minggu, 30 Agustus 2026 WIB

Tolak DWP, Gerakan Pemuda Islam Bakal Demo Balai Kota

Harijal - Selasa, 10 Desember 2019 19:53 WIB
Tolak DWP, Gerakan Pemuda Islam Bakal Demo Balai Kota
(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Ilustrasi DWP.

JAKARTA - Gerakan Pemuda Islam (GPI) bakal melakukan aksi unjuk rasa untuk menolak gelaran acara Djakarta Warehouse Project (DWP) di Balai Kota dan JIExpo Kemayoran, Kamis (12/12) mendatang. Acara DWP bakal digelar pada 13-15 Desember di JIEXpo Kemayoran.

Ketua Umum GPI Jakarta Raya, Rahmat Himran mengatakan aksi demo itu acara DWP merupakan event atau kegiatan maksiat terbesar di Asia.

"Event maksiat terbesar di Asia, di mana para penikmat maksiat akan berkumpul di JIExpo Jakarta Kemayoran dan akan melakukan pesta, baik itu seks bebas, maupun narkoba dan kegiatan meminum minuman keras, itulah yang kami kutuk," kata Rahmat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (10/12).

Baca Juga:

Rahmat menuturkan pihaknya juga mempersoalkan masalah pemberian izin acara DWP yang diberikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Padahal, menurut Rahmat, sebagai gubernur yang didukung oleh umat Islam, seharusnya Anies tak mengizinkan kegiatan DWP berlangsung di Jakarta.

Baca Juga:

"Dalam pelaksanaan-pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang berbau kemaksiatan seperti ini itu justru dibiarkan, bahkan memberikan izin pelaksanaan kegiatan," tutur Rahmat.

"Oleh karena itu kami menuntut agar supaya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar mencabut izin yang sudah diberikan terkait pelaksaan DWP," lanjutnya.

Rahmat mengklaim aksi demo penolakan DWP itu telah diberitahukan ke Polda Metro Jaya. Dia juga menyebut bahwa Polda Metro telah menerima surat pemberitahuan itu dan memberikan izin pelaksanaan aksi.

"Sudah dikonfirmasi dan di-acc oleh Polda Metro Jaya, kita tinggal turun, kita tinggal main di titik-titik aksi yang sudah kita tentukan," ucap Rahmat.

Lebih lanjut, disampaikan Rahmat, sampai saat ini sudah ada 800 orang yang mengkonfirmasi bakal ikut dalam aksi tolak DWP.

Namun, lanjutnya, jumlah massa itu bisa bertambah lantaran banyak ormas dan organisasi kepemudaan (OKP) yang ingin ikut beraksi.

"Yang mau bergabung banyak juga yang konfirmasi akan gabung karena mereka sangat respon dan peduli terhadap penolakan DWP," kata Rahmat.

(cnnindonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Perkuat Tata Kelola Agribisnis Sawit dan Mitigasi Tipikor, Law Firm Citra Hukum Keadilan Resmi Buka Kantor Perwakilan di Riau
Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81 Desa Tanah Merah
Pemkab Bengkalis Usul Pembangunan RSUD Bukit Batu dan Pengembangan Layanan Jantung-Kanker ke Kemenkes
Pria di Pekanbaru Diancam dan Diperas, 5 Pelaku Ditangkap
Tim Alpha Lakukan Fastrope ke Titik Api di Riau, Buka Jalan Tim Free Fall
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
komentar
beritaTerbaru