BANGKINANG, kabarmelayu.com - Pertunjukan seni tari yang dikolaborasi dengan seni drama kolosal menceriterakan perkembangan sejarah Kabupaten Kampar tempo dulu dan sekarang akan dipertontonkan pada acara pembukaan pekan olahraga(Porprov) Riau IX di Stadion Tuanku Tambusai, Sabtu (28/10/2017) malam.
Selain itu, antraksi terjun payung dan pesta kembang api serta pertunjukan lainnya akan menambah semarak kemeriahan Ivent akbar tiga tahunan itu, kata kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Kampar, Nurhasani kepada awak media di media Centre, Jumat (27/10/2017)di Bangkinang Kota.
Sekira 300 an penari dari kalangan pelajar dan mahasiswa serta pesilat di Kampar akan menunjukkan kebolehannya pada acara pembukaan Porprov Riau IX, menceritakan sejarah Kabupaten Kampar dalam bentuk seni tari dikolaborasikan dengan seni drama kolosal dengan diiringi oleh grup musik tradisional serta di padukan kerlap kerlip aneka warna lampu menambah semarak acara, ungkap Nurhasani.
Baca Juga:
Seni tari dan derama kolosal ini akan menceritakan peradapan kampar dalam tiga zaman berikutĀ perkembangan masuknya agama Hindu, Budha dan Agama Islam ke Kampar. Dan cerita perjuangan pahlawan yang ada di Kampar.
Ia menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Kampar, untuk dapat beramai ramai menyaksikan pertunjukan tersebut. "Ayo beramai-ramai kita saksikan pertunjukan itu di stadion Tuanku Tambusai," ajaknya.
Baca Juga:
Salah seorang peserta tari dari SMAN 2 Bangkinang, Eka didampingi, Andini, Nabila, Firti, Rika dan Dian mengaku bahwa dirinya bersama ratusan kawan kawan peserta lain telah mengikuti latihan tari massal semenjak 2 bulan lalu.
"Kami berasal dari utusan SMAN 2, SMAN 1 Bangkinang danĀ UP dan ditambah dengan group musik dan pesilat," ungkap Eka.
Lebih lanjut Eka mengatakan, bahwa bersama ratusan Kawan-kawan peserta lainnya, tari massal nanti akan menceritakan sejarah kampar dari tempo dulu hingga sekarang. Tari massal juga akan menceritakan tentang 3 Agama, yakni agama Islam, Hindu dan Budha.
"Tari kita akan menceritakan perjuangan datuk Tabano, serta sejarah Candi Muara Takus dan Sejarah-sejarah Kampar lainnya," ungkap Eka. (sy/rec)