Sanksi DK PWI Demi Tegaknya Aturan dan Marwah
kabarmelayu.com,JAKARTA Dewan Penasihat (DP) bersama Pengurus Harian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar rapat di Kantor PW
TNI/Polri
DISKURSUS model pendidikan Finlandia menjadi diskusi panjang di beragam seminar, workshop dan pelatihan-pelatihan bertema pendidikan di tanah air setelah sekolah-sekolah di negeri tersebut dianggap paling berhasil dalam sistem, proses dan luaran pendidikan.
Penandatanganan nota kerja sama antara pemerintah RI dengan pemerintah Finlandia melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdibud) serta Kementerian Ristek dan Dikti, memberikan indikasi tentang arah kebijakan terkait pendidikan nasional. Misalnya, terkait pendidikan dasar dan menengah, Mendikbud Anies Bawesdan menandatangani kerja sama terkait pendidikan vokasi, PAUD, pengembangan kualitas guru, pendidikan lingkungan hidup, alat peraga pendidikan dan permainan edukatif.
Sayangnya, fokus diskusi hanya mengarah kepada sekolah-sekolah Finlandia yang menduduki peringkat pertama dalam hal pencapaian hasil belajar. Sekolah-sekolah Korea Selatan, Hongkong, Jepang dan Singapura yang menduduki peringkat 2, 3, 4 dan 5 kurang mendapat perhatian serius. Padahal sekolah-sekolah di negara-negara tersebut memiliki karakteristik yang hampir sama dengan sekolah di Indonesia, seperti jumlah jam pelajaran, jumlah siswa dalam ruang kelas dan teknik mengajar.
Baca Juga:
Bila membaca hasil laporan The Learning Curve Pearson tahun 2012 dan 2014 yang memuat ranking pencapaian sekolah di dunia berdasarkan hasil PISA dan TIMSS, maka sangat jelas bahwa Finlandia dan Korea Selatan memiliki budaya pendidikan yang sama, walaupun dua negara ini menganut sistem pendidikan yang sangat berbeda. Contohnya, Finlandia menganut sistem pendidikan yang cenderung rileks dan sangat fleksibel. Hal ini kontras dengan Korea Selatan yang memiliki karakteristik sistem pendidikan berbasis test dan sangat kompetitif.
Kesamaan budayadari Finlandia dan Korea Selatan beberapa diantaranya adalah komitmen terhadap pendidikan, budaya menghormati dan menghargai guru, sistem seleksi tenaga pendidikan dan lainnya. Dengan kata lain, jenis sistem pendidikan apapun, baik sistem yang fleksibel ataupun kaku, bila ditopang dengan budaya pendidikan yang baik akan berdampak pada luaran yang baik pula.
Baca Juga:
Di tanah air, budaya pendidikan menjadi salah satu masalah yang mempengaruhi kinerja sistem pendidikan. Praktek jual beli ijazah ataupun ijazah palsu melalui sekolah atau universitas “bodong” merupakan salah satu indikator terjadinya krisis budaya pendidikan di tanah air. Penempatan gelar pendidikan sebelum atau sesudah nama seseorang memberikan prestise yang dapat meningkatkan status sosial dalam masyarakat. Sayangnya gelar-gelar ini menjadi tujuan utamayang kemudian menggiring penggunaan gelar-gelar akademik palsu ataupun yang tidak diakui oleh sistem pendidikan tanah air.
Selain itu sistem ataupun birokrasi seleksi tenaga kerja yang selalu menekankan pada masalah-masalah administratif dibandingkan kompetensi yang dimiliki pelamar menjadikan bisnis pembuatan ijazah semakin laris dan menuntun persepsi tentang aktivitas pendidikan sebagai kegiatan formalitas belaka. Aktivitas pendidikan dipandang sebagai kegiatan instan dan tanpa harus dengan kerja keras.
Sayangnya, meluasnya fenomena krisis budaya pendidikan ini selalu ditimpakan kepada sistem pendidikan yang tidak berjalan secara efektif. Dan seringkali instrumen-instrument dalam sistem pendidikan seringkali menjadi kambing hitam dan menjadi objek “pemandulan”. Setelah ujian nasional (UN), kini penulisan skripsi pada level pendidikan tinggi menjadi target pemandulan yang dianggap melatarbelakangi maraknya jual beli dan ijazah palsu. Padahal penulisan skripsi merupakan salah satu sarana pembelajaran berpikir kritis dan sistematis dalam memecahkan sebuah masalah. Selain juga, maka kuliah skripsi merupakan sarana kaderisasi awal peneliti muda yang sangat bermanfaat dalam inovasi teknologi dimasa depan.
Krisis budaya pendidikan merupakan hasil proses panjang sebagai akibat salah kebijakan serta aktivitas sosial yang tidak sehat. Krisis budaya pendidikanini harus segera direspon dengan mengubah perspektif sistem pendidikan kepada perspektif masyarakat dan budaya. Artinya kinerja sistem pendidikan tidak hanya difokuskan kepada berjalannya roda-roda penggerak aktivitas pendidikan di sekolah dan dinas pendidikan terkait, tetapi juga kegiatan masyarakat serta budaya yang bekerja di sekitar sekolah sebagai katalis perubahan. Hal ini dikarenakan bahwa kecenderungan negara-negara Asia tenggara menempatkan kegiatan belajar sebagai bagian dari kewajiban moral dan sosial (MacKay, seperti dikutip pada Pearson, 2012).
Dengan kata lain, bila mengutip catatan Professor Stecher, sekolah harus menjadi agen pembentukan pola budaya yang membentuk norma-norma pada generasi mendatang. Artinya, disamping transfer pengetahuan, aktivitas pendidikan juga harus mampu menjalankan fungsinya sebagai sarana transfer karakter dan budaya yang baik sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Sistem pembuat kebijakan pun tentunyaharus berubah pola dari pendekatan top-down menjadi bottom-up melalui pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat dapat secara aktif menyampaikan informasi serta bekerja sama dalam mendesain dan mengembangkan sistem pendidikan.
Adopsi model pendidikan sekolah-sekolah Finlandia kedalam sistem pendidikan tanah air rasanya sulit akan memberikan luaran pendidikan yang optimal tanpa didukung oleh budaya pendidikan yang sehat. Bila budaya pendidikan tanah air tidak berubah kearah yang lebih positif, akankah sistem pembelajaran tanpa pekerjaan rumah, dengan jam belajar yang sedikit, serta wacana penghapusan mata pelajaran matematika seperti pada sekolah-sekolah Finlandia,bila diterapkan,akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan tanah air?– Wallahu ‘alam. [*]
Oleh: Herri Mulyono
Kandidat doktor bidang pendidikan di The University of York UK
kabarmelayu.com,JAKARTA Dewan Penasihat (DP) bersama Pengurus Harian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar rapat di Kantor PW
TNI/Polri
Polresta Pekanbaru dan BNN Gerebek Sarang Narkoba, Lima Orang Diamankan
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Ikatan Keluarga Sungai Tapung (IKST) Provinsi Riau menyuarakan desakan keras agar besarnya keuntungan perusaha
Sosial
kabarmelayu.com,KUTAITIMUR Warga Desa Bumi Etam Kecamatan Kaubun Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan timur mengeluh. Pasalnya, sunga
Lingkungan
Perkuat Kemitraan, Polsek Bina Widya, dan Ojol Bersatu Jaga Keamanan
Hukrim
kabarmelayu.com,DUMAI Forum Aksi Tenaga Kerja Lokal (FAPTekal) Dumai kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Dumai, Rabu (28/10/2026
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi Riau menilai persoalan terkait LGBT di tengah masyarakat membutuhkan penanganan secara terpa
Sosial
kabarmelayu.com, DUMAI Kabar duka menyelimuti dunia olahraga Riau setelah Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau periode 2
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Oknum anggota Polri berinisial WP (37) diduga membunuh ibu kandungnya, Farida Hanum (64), seorang pensiunan apa
Hukrim
kabarmelayu.com,DUMAI DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Dumai mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke98
Sosial