Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
Permohonan hearing ini dilatarbelakangi oleh keresahan masyarakat, khususnya petani kelapa dan sawit, terkait sistem tata niaga dan dugaan maraknya penampungan ilegal yang beroperasi tanpa pengawasan dan tanpa izin resmi dari pemerintah daerah.
"Kami mengajukan permintaan hearing kepada DPRD Kabupaten Indragiri Hilir terkait kebijakan pemerintah tentang penampung Kelapa Lokal dan Kelapa Sawit," ungkap Ketua DPC PPWI Inhil, Rosmely, dalam surat yang ditandatangani dan dibubuhi stempel resmi organisasi, Kamis (3/7/2025).
PPWI Inhil menilai bahwa ketidaktegasan pemerintah dalam menertibkan peron ilegal serta lemahnya pengawasan terhadap tata niaga kelapa dan sawit berpotensi merugikan negara dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus menciptakan ketimpangan dan ketidakadilan harga di tingkat petani.
Baca Juga:
"Petani terus tertekan oleh harga beli yang tidak rasional, sementara penampungan ilegal justru tumbuh subur tanpa sentuhan hukum. Ini persoalan serius yang tidak bisa dibiarkan," tegas Rosmely.

Baca Juga:
Ia menambahkan, hearing ini diharapkan bukan hanya sebagai ajang formalitas, tetapi benar-benar menjadi forum terbuka dan aspiratif untuk mencari solusi konkret atas penderitaan petani dan ketidakpastian hukum di sektor kelapa dan sawit.
Selain itu, PPWI Inhil juga mendesak DPRD untuk memanggil dinas terkait seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Perkebunan, serta Satuan Polisi Pamong Praja agar memberikan penjelasan terkait lemahnya pengawasan terhadap operasional peron-peron yang diduga tidak memiliki legalitas.
"Kami menduga ada pembiaran atau bahkan dugaan keterlibatan oknum yang bermain di balik penampungan-penampungan ini. DPRD harus bertindak! Jangan sampai lembaga legislatif ikut menutup mata atas penderitaan rakyat," pungkas Rosmely.
Sebagaimana diketahui, selama ini isu seputar tata niaga kelapa dan sawit di Kabupaten Indragiri Hilir menjadi sorotan, baik dari segi harga, regulasi penampungan, hingga distribusi dan perlindungan terhadap petani.
Tidak sedikit petani yang mengeluh bahwa harga anjlok tanpa alasan jelas, sementara mereka menanggung beban biaya produksi yang kian tinggi.
PPWI Inhil berharap permohonan ini segera ditindaklanjuti dalam waktu dekat, dan menjadi momentum bagi DPRD Inhil untuk menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat, bukan kepada pelaku usaha yang hanya mencari keuntungan di atas penderitaan petani. (Tim)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau, mem
Hukrim
Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka
Hukrim
Polsek Teluk Meranti Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan, Imbau Warga Cegah Karhutla
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Prestasi luar biasa diraih oleh tim futsal UPT SD Negeri 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Kali
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk program beasiswa m
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sejumlah kios di Pasar Higienis, Jalan Teratai, Kota Pekanbaru, yang selama ini terbengkalai, dimanfaatkan oknum
Pemerintahan
ISPU Memburuk, Sekolah di Sejumlah Wilayah Siak Terapkan PJJ, ASN Hamil Boleh WFH
Pemerintahan
kabarmelayu.com,ROHUL Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ke27, Persatuan Wartawan Indonesia (P
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Program Pemantapan Nilainilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan 73 Lemhannas RI diikuti oleh Kalangan Birokrat, Akademis
Pemerintahan