Kamis, 27 Agustus 2026 WIB

Khawatir SMP Madani Tinggal Label Saja, Komisi III Kunlap

Banyak Fasilitas Belum Tersedia.
Harijal - Senin, 23 Juli 2018 22:19 WIB
Khawatir SMP Madani Tinggal Label Saja, Komisi III Kunlap
eza/rec

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, mengkhawatirkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Madani yang dibangun melalui APBD Kota Pekanbaru, tinggal label. Bahkan SMP yang dibangun untuk mencetak para tafidz Al-Quran ini diyakini tidak akan tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

Kondisi ini terjadi setelah rombongan Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Senin (23/7) pagi, melakukan Kunjungan Lapangan (Kunlap). Kunlap dipimpin oleh Ketua Komisi III Zulfan Hafis. 

Dari Kunlap yang dilakukan oleh Komisi yang membidangi persoalan pendidikan ini, terpantau masih banyak fasilitas yang belum tersedia dan belum lengkap. Salah satunya adalah Meubeler dan ruangan asrama bagi para siswa belajar sekaligus menetap di tempat tersebut.

Baca Juga:

"Kita akan agendakan hearing dengan OPD terkait membahas anggaran untuk pengadaan keperluan sekolah SMP Madani. Bila perlu jemput bola cari peluang anggaran dari Pemrov," Kata Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Zulfan Hafis usai Kunlap.

Dia meyakini, jika sarana dan fasilitas telah lengkap dan memadai, sekolah madani pencetak tahfiz Al Quran pertama di Kota Pekanbaru ini, akan diperebutkan oleh siswa dan siswi.

Baca Juga:

Untuk menunjang hal itu, perlu adanya perbaikan dari berbagai aspek terutama dari aspek fasilitas seperti boarding (asrama) yang dinilai saat ini sangat mendesak.

"Kita harap kendala-kendala yang ada hari ini bisa diselesaikan di APBD perubahan," harap politisi Partai NasDem ini.

Di lain hal, Anggota Komisi III lainnya, Dian Sukheri yang meninjau lokasi sekolah, juga menginginkan agar sarana dan prasarana untuk sekolah itu segera diselesaikan. Sebab, jika tidak terealisasi maka tujuan dari visi misi smart city yang madani tidak akan terwujud.

"Kita prihatin melihat situasi SMP Madani ini. Kondisi dilapangan anak-anak tidak menginap di asrama. Dengan tidak adanya boarding ini tentu target untuk mencapai hafiz alquran akan terhambat," terangnya.

Menurutnya, keberanian pemerintah untuk membuat kebijakan khusus ditengah rasionalisasi anggaran yang ada, sangat diperlukan. Jika tidak sekolah itu dipastika tinggal embel saja.

"Karena mereka (siswa,red) disini tidak bisa maksimal dalam belajar," ungkapnya.

Kepala Sekolah SMP Madani kota Pekanbaru, Edy Suhendri, menjelaskan, saat ini SMP madani sendiri memiliki 6 rombel (kelas). Yang terdiri dari 3 rombel putra, dan 3 rombel putri. Selain itu, 4 guru tahfiz. Guru PNS dan guru bantu masing-masing 4 orang, sisanya guru honor. "Harapan kita sebagai kepala sekolah guru tahfiz bisa ditambah lagi," pintanya. (eza)

SHARE:
beritaTerkait
Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku
Kabut Asap Mengkhawatirkan, Manfaatkan SIGNAL untuk Bayar Pajak Kendaraan
Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka
Polsek Teluk Meranti Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan, Imbau Warga Cegah Karhutla
Luar Biasa! Tim Sepakbola SDN 024 Tarai Bangun Sabet Juara I Tiga Naga Championship Antar SD Se-Riau
Syarat Beasiswa Pemko Pekanbaru 2027 Tambahkan Indikator Akreditasi Perguruan Tinggi
komentar
beritaTerbaru