Minggu, 23 Agustus 2026 WIB

Cegah Klaster Baru Covid-19 di Ponpes, Alfedri Ingatkan Santri Terapkan Prokes

Harijal - Senin, 03 Agustus 2020 19:31 WIB
Cegah Klaster Baru Covid-19 di Ponpes, Alfedri Ingatkan Santri Terapkan Prokes
Bupati Siak Alfedri perlihatkan salam dengan gaya baru guna mencegah penyebaran covid-19.

SIAK - Aktifitas belajar mengajar di pondok pesantren menjadi pasif apabila dilakukan secara virtual. Karena kurikulum pondok pesantren itu tidak sama dengan pendidikan formal pada umumnya. Untuk itu, secara resmi kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren akan mulai aktif kembali meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir.


"Di Pondok Pesantren itu diperlukan interaksi santri dengan kyai untuk bimbingan keteladanan dalam aktivitas ibadah bersama setiap hari. Makanya banyak desakan dari orangtua agar aktivitas Ponpes diaktifkan kembali," kata Bupati Siak Alfedri saat membuka secara langsung kegiatan pembelajaran Pondok Pesantren Madratul Qur`an Kecamatan Sabak Auh, Sabtu malam (1/8/2020) lalu.

Dikatakan Alfedri, meski kegiatan di Pondok kini mulai aktif kembali, tetapi seluruh santri dan guru yang ada di Pondok harus bisa menjadi garda terdepan dalam
pendisiplinan pola interaksi baru menjaga jarak, memakai masker dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan dimasa pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga:

"Pondok pesantren telah ada sejak tahun 1742 jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia (17/8/1945). Kala itu peranannya bukan hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, namun juga sebagai basis perlawanan terhadap segala bentuk penjajahan. DNA perjuangan inilah diharapkan terus terpatri," kata Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga memberikan edukasi penerapan disiplin protokol kesehatan (prokes) bagi santri dan segenap pengasuh Pondok Pesantren Madratul Qur`an, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19, memasuki tatanan kehidupan baru.

Baca Juga:

"Kita tidak ingin adanya generasi hilang karena covid-19, jangan sampai itu terjadi dalam klaster pondok pesantren. Untuk itu, mari berupaya bersama-sama mendisiplinkan diri dalam ibadah dan mentaati protokol kesehatan dilaksanakan serentak dan beriringan, agar santri tetap bisa belajar dan aman dari covid-19,"
tegasnya.

Dijelaskan Alfedri, keputusan membuka kembali kegiatan pembelajaran bagi pondok pesantren merupakan keputusan bersama antara Pemerintah Daerah, Kementrian Agama, dan para ulama, beralaskan masukan dari wali santri.

"Menjaga generasi penerus terutama santri, bagi kita sangat penting. Sebab santri kelak akan menjadi generasi islami yang kokoh dalam menghadapi tantangan kehidupan. Saya juga berharap santri Madratul Qur`an ini menjadi generasi islami yang unggul, dan menjadi contoh dalam menerapkan protokol kesehatan dalam bentuk menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan memakai sabun, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hanya dengan cara tersebut, kita akan mampu memutus mata rantai penyebaran covid-19. Inilah peran santri dalam tatanan kelaziman baru sekarang ini," tutupnya.

Kegiatan ini juga di hadiri oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Siak Muharom, Camat Sabak Auh Tengku Mukhtasar, Camat Sungai Apit Wahyudi, Wakil Ketua MUI Kabupaten Siak Husni Merza, Anggota DPRD Fraksi PKB. Mukhtarom, dan para Alim Ulama,Kiai, serta tokoh masyarakat, dan masyarakat Kecamatan Sabak Auh.***

SHARE:
beritaTerkait
LT II Kwarran Binawidya 2026 Resmi Dibuka, Siapkan Regu Berprestasi Menuju Tingkat Cabang Kota Pekanbaru
Bahayakan Heli Waterbombing. BPBD Riau Larang Drone di Area Karhutla
Peringati Hari Pramuka ke-65, Bupati Siak Ajak Generasi Muda Sukseskan Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
Buah Melimpah, Harga Turun, Nilai Ekonomi Kelapa Inhil Hilang
Wawako Pekanbaru Temui Hendry Munief di DPR RI, Minta Perjuangkan Hibah Aset Pemerintah Pusat
SMSI dan RRI Dorong Kolaborasi Media untuk Perkuat Kompetensi Jurnalis dan Jernihkan Informasi
komentar
beritaTerbaru