Senin, 31 Agustus 2026 WIB

Pemkab Rohil Berlakukan PPKM Mikro

Harijal - Senin, 19 April 2021 19:30 WIB
Pemkab Rohil Berlakukan PPKM Mikro
Foto: ist

ROHIL, kabarmelayu.com - Upaya menekan angka Positif Covid-19 kini terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil). Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Rohil bahkan terus mengalakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro skala rumah tangga (RT) sesuai dengan arahan Gubernur Riau. 

PPKM Mikro skala rumah tangga ini diterapkan untuk memetakan perkembangan kondisi kesehatan terkhusus terkait dengan kasus Covid-19 yang belakangan ini mulai kembali mencuat.

"Peran kita berkolaborasi dan Satgas Covid-19 akan terus turun ke lapangan dan bila didapati adanya kasus yang tinggi pada satu daerah maka akan didirikan PPKM Mikro," kata Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kabupaten Rohil, Ahmad Yusuf usai menghadiri rapat evaluasi di Mess Pemda, Senin (19/4/2021).

Baca Juga:

Dijelaskan Ahmad Yusuf, PPKM Mikro ini adalah pembatasan kegiatan masyarakat skala RT. "Tidak semua daerah dilakukan pembatasan, melainkan hanya daerah yang terdapat kasus saja," terangnya. 

Hal ini dilakukan, lanjut Plt Kadis Kesehatan Rohil ini untuk memperkecil kasus penukalaran Covid-19.

Baca Juga:

Kabupaten Rohil saat ini tergolong cukup tinggi kasus positif Covid-19. Namun, dalam dua hari terakhir pasien terkonfirmasi positif covid-19 terbilang menurun, dan hanya ada 6 (enam) kasus saja yang tersebar di Kecamatan Bangko, Tanah Putih serta Kecamatan Bagan Sinembah.

"Seperti tahun sebelumnya, untuk penanganan di daerah kita masih memberdayakan Puskesmas yang ada di Kecamatan, dan kita dari Satgas tetap terus melakukan komunikasi setiap harinya," terang Ahmad Yusuf.

Disinggung apa penyebab sehingga belakangan ini kasus positif Covid-19 kembali meningkat, dirinya menerangkan hal ini diakibatkan oleh mulai kendornya kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan.

"Misal, biasanya masyarakat selalu mengunakan masker, belakangan sudah banyak yang tidak mengunakan, termasuk mencuci tangan dan menjaga jarak," sebutnya. 
Perlu untuk di ketahui imbuhnya, dari kasus yang mencuat belakangan ini, bukan lagi akibat klaster dari luar melainkan akibat transisi lokal dan itu perlu untuk diketahui dan diwaspadai bersama, pungkasnya. (rls/diskominfotiks)

SHARE:
beritaTerkait
Perkuat Tata Kelola Agribisnis Sawit dan Mitigasi Tipikor, Law Firm Citra Hukum Keadilan Resmi Buka Kantor Perwakilan di Riau
Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81 Desa Tanah Merah
Pemkab Bengkalis Usul Pembangunan RSUD Bukit Batu dan Pengembangan Layanan Jantung-Kanker ke Kemenkes
Pria di Pekanbaru Diancam dan Diperas, 5 Pelaku Ditangkap
Tim Alpha Lakukan Fastrope ke Titik Api di Riau, Buka Jalan Tim Free Fall
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
komentar
beritaTerbaru