Polresta Pekanbaru Gerebek Empat Pengedar Narkoba di Kampung Terendam, 2,74 Gram Sabu dan Happy Five Disita
Polresta Pekanbaru Gerebek Empat Pengedar Narkoba di Kampung Terendam, 2,74 Gram Sabu dan Happy Five Disita
Hukrim
SIAK, kabarmelayu.com - Bila mitologi Yunani tersohor dengan legenda “Kuda Troya”, kejayaan sejarah Kesultanan Siak juga mewariskan kisah gemilang “Muslihat Bermartabat”. Sebutan itu menceritakan strategi bernas Tengku Buwang Asmara, pemimpin aksi penyusupan yang berhasil memporak-porandakan benteng penjajah.
Ketika itu di Tahun 1752 Masehi, benteng VOC yang didirikan dengan tujuan blokade ekonomi untuk melemahkan Kerajaan Siak pun luluh lantak di tangan pasukan Sultan Siak ke II, yang gagah berani itu.
Kisah heroik yang terjadi 263 tahun silam tersebut mendorong Pemkab Siak mengusulkan Tengku Buwang Asmara, bergelar Sultan Mahmud Abdul Jalil Muzafarsyah sebagai pahlawan nasional.
Baca Juga:
Untuk tujuan tersebut, sebanyak 21 orang ahli dikumpulkan dari berbagai unsur, diantaranya dari TP2GD (Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah) Kabupaten Siak dan Provinsi Riau, serta Tim Perumus dan Penyusun Dokumen Rekam Jejak Sejarah Perjuangan Tengku Buwang Asmara selama empat hari, mulai Rabu (03/08/22).
Kegiatan Workshop Penyelarasan Naskah Biografi dan Perjuangan Tengku Buwang Asmara pun di taja oleh Dinas Sosial Kabupaten Siak dengan menggandeng sejumlah sejarawan dan budayawan seperti Profesor Suwardi, Profesor Isjoni, OK Nizami Jamil, Ellya Roza, Wilaela, Bunari, Riza Pahlevi, Wan Said, Tengku Sofyan Sauri dan Said Muzani, untuk melengkapi dan menyempurnakan buku bertajuk “Muslihat Bermartabat”, hasil kajian yang telah disusun sebelumnya.
Baca Juga:
Selain itu, kegiatan Forum Group Discussion juga digelar untuk menggali fakta terkait kondisi sosial budaya, serta ekonomi dan politik di masa pemerintahan Tengku Buwang Asmara, periode Tahun 1746 – 1760, disamping untuk melengkapi data arsip dari negeri Belanda yang dirangkum dari berbagai sumber baik berupa data primer maupun sekunder.
“Workshop ini merupakan salah satu agenda utama dari serangkaian ikhtiar pengusulan Tengku Buwang Asmara sebagai pahlawan nasional sejak Tahun 2019 yang lalu, puncaknya ialah kegiatan Seminar Nasional yang direncanakan dilaksanakan dipenghujung tahun nanti," kata Wakil Bupati Husni Merza dihadapan tim penyelaras yang sebagian besar diisi oleh sejarawan dan budayawan Riau serta tokoh tetua masyarakat Negeri Istana.
Kepada seluruh pihak yang terlibat dalam tim penyelarasan, Husni memohon sumbangsih pemikiran dalam sambutannya saat membuka kegiatan workshop tersebut, demi penyempurnaan buku bertajuk “Muslihat Bermartabat” yang akan disajikan pada agenda seminar nasional yang akan datang.
Husni juga memohon doa dan restu seluruh lapisan masyarakat terkait upaya pengusulan pahlawan nasional tersebut. Husni mengungkapkan cita-citanya, suatu saat Kabupaten Siak menjadi pusat studi sejarah dan kebudayaan melayu di pesisir pulau Sumatera.
“Saya minta sosialisasi ketokohan Tengku Buwang Asmara digiatkan kepada seluruh lapisan masyarakat. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal menjadikan Siak sebagai pusat studi sejarah melayu, kita bercita-cita menjadikan satu lokasi yang menyimpan buku-buku dan manuskrip yang menjadi rujukan studi kesejarahan, salah satunya mungkin terkait bagaimana praktik ekonomi syariah dimasa yang lalu,” pinta Husni.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Siak Wan Idris menjelaskan selama empat hari pelaksanaan kegiatan sejumlah agenda menjadi pembahasan tim penyelaras, diantaranya terkait kehadiran Belanda di Siak, sumber data primer biografi dan riwayat hidup dan strategi perjuangan Tengku Buwang Asmara, Kerajaan Siak dan Perdagangan, hingga pengakuan Belanda.
"Setelah dilakukan tahapan demi tahapan penyelarasan, harapan kita diakhir dari kegiatan ini nantinya dapat dilaksanakan penyerahan naskah penyelarasan biografi dan kronologi perjuangan yang disertai dokumen arsip dan referensi," ujar Wan Idris.
Terkait pengusulan gelar Pahlawan Nasional ini merupakan amanat dari UU 1945 Bab III Pasal 15 Tentang Pemberian Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan oleh Presiden RI dan Peraturan Menteri Sosial Nomor 15 Tahun 2012 tentang Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional, pungkas Wan Idris.(*)
Polresta Pekanbaru Gerebek Empat Pengedar Narkoba di Kampung Terendam, 2,74 Gram Sabu dan Happy Five Disita
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Riau mencatat terdapat 2.000 hotspot (titik panas) yang terse
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Estafet kepemimpinan di jajaran Polda Riau kembali bergulir. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memimpin lang
Hukrim
kabarmelayu.com,BANDUNG Presiden ke7 RI Joko Widodo menegaskan status resminya sebagai anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sejak 1
Politik
kabarmelayu.com,JAKARTA Ketua Dekranasda Kabupaten Bengkalis, Siti Aisyah bersama Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Bengkalis Ira Vandrian
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sejumlah sekolah diketahui masih menahan ijazah peserta didik. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, masih menerima
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru berhasil mengantongi tiga poin pada laga tandang di kandang Sumsel United, Sabtu (26/9/2026) sore
Sport
kabarmelayu.com,ROHUL Polsek Kepenuhan Polres Rokan Hulu memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan melalui penandatanganan nota kesepaham
Pendidikan
kabarmelayu.com,INHIL Dugaan adanya lahan desa yang diperjualbelikan atau dialihkan kepada pihak perusahaan, kembali menjadi sorotan. Peme
Sosial
kabarmelayu.com,ROHUL Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian menyerahkan bantuan sosial (bansos) berupa 11 paket sembak
Sosial