Senin, 03 Agustus 2026 WIB

Plt. Kepala BKN RI: Kepala Daerah Ajukan Formasi yang Dibutuhkan, Bukan yang Diinginkan

Harijal - Selasa, 18 Oktober 2022 18:07 WIB
Plt. Kepala BKN RI: Kepala Daerah Ajukan Formasi yang Dibutuhkan, Bukan yang Diinginkan
Plt. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Bima Haria Wibisana

PEKANBARU - Plt. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Bima Haria Wibisana mengingatkan para bupati, wali kota, dan gubernur agar mengajukan formasi penerimaan PNS atau PPPK sesuai dengan kebutuhan bukan sesuai keinginan. 

Sebab, Bima Haria Wibisana melihat hingga saat ini masih banyak menerima informasi tentang rencana formasi berdasarkan keinginan bukan kebutuhan. 

"Kami masih menerima banyak sekali rencana informasi itu yang berdasarkan keinginan, maunya ini, maunya ini, bukan yang dibutuhkan," kata Bima dalam Rapat Koordinasi Kepegawaian se-wilayah Kantor Regional (Kanreg) XII BKN Pekanbaru, di Aula Kanreg XII BKN Pekanbaru, Selasa (18/10/2022). 

Baca Juga:

Bima melanjutkan, ia juga melihat banyak formasi yang tidak dibutuhkan namun diusulkan, tetapi banyak juga formasi yang dibutuhkan justru tidak diusulkan. 

Ia berharap para kepala daerah betul-betul memastikan kembali formasi yang diajukan sesuai dengan kebutuhan. 

Baca Juga:

"Kadang-kadang yang di bawah ini (pemerintah daerah) kan keinginannya banyak, yang mungkin tidak sesuai dengan visi misi terkait RPJMD dari bupati, wali kota, dan gubernur," jelasnya. 

"Kata kuncinya adalah kebutuhan, bukan keinginan," tutup Bima Haria Wibisana. 

(mcr)

SHARE:
beritaTerkait
Kepengurusan KONI Kota Pekanbaru Resmi Dilantik, Tancap Gas PORKOT
DPC PDIP Rohil Gelar Turnamen Mini Soccer Piala Muhar Riza
Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit
Stop Kriminalisasi, KNARA Tuntut Kasus Mantan Kades Sungai Raya Diselesaikan dengan Jalur Reforma Agraria
Penataan Tepian Sungai Sail, Pemko Gandeng Kemenko
Parade Musik dan Bazar UMKM  Sempena HUT Bengkalis Ke-514, Wabup: Wadah Kreativitas dan Penggerak Ekonomi
komentar
beritaTerbaru