Senin, 17 Agustus 2026 WIB

2017, Sejumlah Subsidi Rakyat Kampar Terancam Hilang

Harijal - Kamis, 05 Januari 2017 19:46 WIB
2017, Sejumlah Subsidi Rakyat Kampar Terancam Hilang
sy/riaueditor.com
Dubalang Kampar lakukan Aksi Bela Rakyat.

BANGKINANG, kabarmelayu.com - Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Kampar di tahun 2017 ini terancam menjerit. Pasalnya, Tunjangan Perbaikan Pendapatan (TPP) terancam tidak akan dianggarkan lagi oleh Pemerintah Kabupaten Kampar. Hal itu menjadi salahsatu yang dituntut oleh para pendemo Dubalang Kampar, Rabu (4/1/17) kemarin.

Pantauan di lapangan, para massa aksi menyerukan agar Pj Bupati Kampar mestinya memikirkan nasib para PNS. Tanpa TPP, mereka akan sangat sulit mengatur berbagai biaya hidup, terutama untuk menutupi biaya pendidikan anak.

"Salah satu mengapa kami mendesak Gubernur menarik Pj ke Provinsi lagi adalah karena diduga kuat Pj tidak akan mengganggarkan TPP PNS 2017," ucap Anwar, Kordinator massa aksi.

Baca Juga:

Ditambahkan massa aksi, masyarakat Kabupaten Kampar harusnya menyadari, sejak Jefry Noer tidak berkuasa, sejumlah fasilitas dan kemewahan bagi rakyat, satu persatu mulai dilucuti oleh Pemerintah Kampar yang baru, yang tak lain dikomandoi oleh Pj Bupati, Syahrial Abdi.

"Kita sekarang benar-benar menyadari, kenapa Jefry dibenci selama ini. Karena memang telah terbukti dia pro terhadap rakyat," seru Anwar, korlap massa aksi lagi.

Baca Juga:

Dari data yang kami rangkum, berbagai subsidi zaman Jefry Noer terancam hilang di masa peralihan tampuk kepemimpinan yang sementara ini diisi oleh Pj Bupati, di antaranya adalah TPP PNS, honor guru MDA/PDTA. Subsidi bagi sekolah Unggulan Terpadu (SUT), sekolah gratis bagi rakyat hingga tingkat SMA. (rec)

SHARE:
beritaTerkait
Dari Kampung Bungsur, Polda Riau Kibarkan Merah Putih, Masyarakat Bergembira Rayakan HUT RI
Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau Musnahkan 525 Rakit
Kecanduan Judi Online, Anak Gelapkan Duit Orang Tua Rp125 Juta
Perdana di Sumatera, Faster Battery Rangkul Ratusan Pelanggan dalam Customer Gathering di Pekanbaru
Laporan Pembobolan Kamar Diduga Mandek di Polsek Batang Gansal
Update Gempa NTT: 47 Meninggal, Lebih dari 5.000 Orang Mengungsi
komentar
beritaTerbaru