Minggu, 07 Juni 2026 WIB

Rasio Elektrifikasi 60 Persen, PLN Bagansiapiapi Fokus ke Palika dan Pekaitan

Harijal - Kamis, 23 Maret 2017 16:45 WIB
Rasio Elektrifikasi 60 Persen, PLN Bagansiapiapi Fokus ke Palika dan Pekaitan
Kepala PLN Rayon Bagansiapiapi Fery Sajun Naibaho.

BAGANSIAPIAPI, kabarmelayu.com - Pembangkit Listrik Negara (PLN) Rayon Bagansiapiapi terus menggesa program nasional untuk mencapai rasio elektrifikasi (RE) 100 persen 2019 mendatang. Pasalnya, saat ini RE PLN Rayon Bagansiapiapi baru mencapai 60 persen.

"Fokus pembangunan kita ke Palika dan Pekaitan, mudah-mudahan tahun depan sudah tercapai," ungkap Kepala PLN Rayon Bagansiapiapi Fery Sajun Naibaho, Kamis (23/3) di Bagansiapiapi.

Dijelaskannya, untuk pembangunan PLN di Riau daerah Rayon Bagansiapiapi bisa dikatakan cetak rekor dalam pembangunan maupun pembenahan jaringan listriknya. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya tiang beton yang sudah disebarkan di jalanan.

Baca Juga:

Bukan hanya itu, pembangunan Gardu Induk (GI) yang berada dekat jembatan Pedamaran juga terus dipersiapkan. Jika selesai tahun depan, GI ini akan memiliki keuatan150.00 KV yang dipastikan akan memenuhi kebutuhan listrik yang ada.

"Secara bertahap kita bangun terus. Tahun ini rencananya pembangunan jaringan juga akan sampai ke Teluk Bano Tiga, Suak Air Hitam bahkan sampai Sungai Daun palika," tegasnya.

Baca Juga:

Ia juga memaparkan, bahwa saat ini pihaknya tengah menunggu pendataan dari Pemkab Rohil melalui seluruh Camat terkait masyaraat miskin yang mendapatkan listrik subsidi. Hal ini dilakukan agar ada penertiban dan penerima listrik subsidi sesuai dengan sasaran.

"Listrik subsidi itu dayanya 450 dan 900 kalau diatas itu tak ada subsidi. Jadi kita tengah menunggu data terbaru dan saat ini masih proses," jelasnya.

Untuk perbedaan biya listri subsidi dan nin subsidi lumayan besar, bahkan perbadingannya bisa mencapai 40-5- persen. "Kalau non subsidi bayar sebulan misalkan 100 ribu, kalau subsidi hanya 60 ribu saja, itu contoh istilahnya. Kalau beda harganya per 1 Kwh itu non subsidi sekarang ini Rp.1.200 sedangkan subsisi hanya Rp.750," tandasnya. (dw/rec)

SHARE:
beritaTerkait
Ini Kata Kadinkes Inhil Soal Pelaksanaan MBG dan Kepatuhan SPPG
Lawan Narkoba, Polresta Pekanbaru Kembali Gempur Pangeran Hidayat, Pria Terciduk Bawa Sabu
Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla
Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan
Kolaborasi Film Nasional Menguat, Komisi VII DPR Dorong Eksplorasi Budaya Daerah
komentar
beritaTerbaru