Senin, 17 Agustus 2026 WIB

Program DMIJ Pemkab Inhil Ternyata Lima Kali Lebih Cepat

Harijal - Sabtu, 07 Januari 2017 14:14 WIB
Program DMIJ Pemkab Inhil Ternyata Lima Kali Lebih Cepat
Humas Inhil
Bupati Inhil HM Wardan tanda tangani prasasti DMIJ

TEMBILAHAN, kabarmelayu.com - Program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ), merupakan program andalan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir di bawah kepemimpinan Bupati HM Wardan dinilai sangat mendongkrak dengan cepat pembangunan desa yang ada di Negeri Seribu Parit tersebut. 
 
Seperti yang diungkapkan Kepala Desa Tanah Merah, Kecamatan Tanah Merah, Zulfadli. Ia menilai kecepatan pelaksanaannya bahkan sampai lima kali lipat lebih cepat.
 
"Anggaran yang kami terima dengan DMIJ sangat besar. Makanya pembangunan melesat cepat sampai lima kali lipat. Lihat saja di desa kami, sejak 2014 paling tidak sudah 500 meter jalan desa yang kami semenisasi. Belum lagi jerambah, kini sudah 1,2 kilometer yang selesai dibuat," ungkapnya kepada wartawan. 
 
Sementara untuk 2016 ada 11 paket pekerjaan yang kondisinya kini sudah mencapai 80 persen. 11 paket itu terdiri dari 9 paket jerambah beton dan 2 paket semenisasi.
 
"Insya Allah jelang akhir tahun selesai. Dengan selesainya itu maka tinggal 2 kilometer saja lagi jerambah di desa kami ini yang kondisinya belum baik," ucap Zulfadli bersyukur.
 
Anggaran besar yang telah disisihkan Pemkab Inhil untuk kesuksesan Program DMIJ, sambung Zulfadli, bukan hanya menyasar ke pembangunan. Kesejahteraan perangkat desa melalui gaji yang diterima pun kini menjadi naik berlipat pula.
 
"Kalau dirata-ratakan, gaji perangkat mulai dari RT, RW, Kepala Dusun bahkan sampai Kades naik antara 200 sampai 500 persen. Bayangkan, dulu itu gaji kades cuma Rp750 ribu perbulan, macam mana kita mau melayani masyarakat secara total. Kalau sekarang gaji pokok Kades itu sudah Rp3 juta," ungkapnya lagi.
 
Kesuksesan jalannya Program DMIJ ini, jelas Adam, Kasi Pembangunan Desa Tanah Merah yang mendampingi Zulfadli, berkat legalitas yang dikeluarkan oleh Pemkab Inhil sangat jelas. Mulai dari peraturan daerah serta peraturan bupati mengatur dengan jelas petunjuk teknis dan operasional (PTO).
 
"Ini membuat desa terlindungi, kekuatan desa nampak jelas. Bisa menentukan arah kebijakan, inilah teristimewanya dibanding program serupa sebelumnya," tegas pria yang memang berpengalaman menjadi pendamping desa itu.
 
Belum lagi dana yang dibagikan merata ke seluruh desa juga terukur. Diungkapkan Adam, kini pembagian tersebut ada indeks dalam penerimaannya. Hal ini diukur dengan kesulitan geografis, luas wilayah dan jumlah penduduk.
 
"Jadi cukup adil. Hari ini Tanah merah ini kalau ditotal semuanya penerimaan sampai Rp2,1 miliar. Hal ini tentu wajar bukan dengan wilayahnya yang meliputi 46 RT, 8 RW, dan 4 dusun dengan 14 ribu lebih penduduknya. Begitulah adilnya pembagian dana ini dikoordinir oleh Pemkab Inhil," pungkasnya. (Adv/hms)

SHARE:
beritaTerkait
Dari Kampung Bungsur, Polda Riau Kibarkan Merah Putih, Masyarakat Bergembira Rayakan HUT RI
Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau Musnahkan 525 Rakit
Kecanduan Judi Online, Anak Gelapkan Duit Orang Tua Rp125 Juta
Perdana di Sumatera, Faster Battery Rangkul Ratusan Pelanggan dalam Customer Gathering di Pekanbaru
Laporan Pembobolan Kamar Diduga Mandek di Polsek Batang Gansal
Update Gempa NTT: 47 Meninggal, Lebih dari 5.000 Orang Mengungsi
komentar
beritaTerbaru