Kawal Status Quo, Pendiri Koperasi JMB Pasang Plank Peringatan
kabarmelayu.com,ROHIL Kawal status quo, 12 pendiri koperasi JMB dan firma hukum brother & groups pasang plang peringatan hukum di lahan se
Hukrim
PEKANBARU - Sejatinya masyarakat Riau sejak dulu mayoritas bersawah, tanam padi, terutama masyarakat di Riau daratan. Lalu sebagian juga menanam karet. Tapi seiring berjalan waktu, kini Riau lebih dikenal dengan kebun sawit.
Tidak tanggung-tanggung, Riau kini menjadi provinsi dengan hamparan sawit terluas di Indonesia. Lebih 3 juta hektar. Sayangnya, mayoritas bukan milik masyarakat petani Riau, tapi lebih banyak dikuasai para pengusaha besar. Baik dari Jakarta, bahkan negeri jiran Malaysia.
Itu sebabnya, luas kebun sawit di Riau tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat Riau secara umum. Karena sekali lagi, mayoritas kebun sawit itu milik pengusaha-pengusaha besar. Tentu saja, hasil sawit sebagian besar juga masuk ke kantong-kantong mereka.
Baca Juga:
Masyarakat Riau secara umum lebih banyak mendapat imbas negatif dari sawit, khususnya ketika musim membuka lahan, dimana ada sebagian yang membuka lahan (land clearing) dengan cara membakar. Sehingga asapnya pun kemana-kemana.
Menggangu masyarakat. Bahkan juga menganggu masyarakat negeri jiran Malaysia hingga Singapura.
Baca Juga:
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar sepertinya berkeinginan mengajak para petani di Riau untuk kembali serius menanam padi.
Alasannya jelas, jika petani padi di-support oleh pemerintah, baik dari faktor benih, pupuk dan lainnya, maka tidak mustahil hasil panen padi bisa mengalahkan hasil sawit.
Hal inilah yang diungkapkan Gubri Syamsuar ketika meninjau banjir di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Inhu, Rabu (18/12) kemarin.
Di hadapan masyarakat, mantan Bupati Siak dua periode itu menyatakan kesungguhannya membantu petani padi.
Mulai dari upaya menanggulangi banjir yang rutin melanda Kuansing, Inhu, Rohul, Rohil dan lainnya, hingga meminta dukungan kepada Menteri Pertanian di Jakarta.
“Saya sudah bertemu dengan Mentan, dan beliau sangat komit untuk membantu kita, bahkan beliau segera berkunjung ke Riau,” ungkap Gubri, seraya menambahkan bahwa dinas terkait di Pemprov Riau juga sudah turun ke kabupaten/kota se-Riau untuk mendata lahan-lahan pertanian khususnya padi.
Gubri menyatakan bahwa tidaklah mustahil bagi petani padi bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar dari petani karet. Jika saja petani padi bisa panen dua kali dalam setahun dan menghasilkan sekitar 6 ton per hektar, dengan harga gabah sekitar Rp4.300-Rp4.600 per kilogram, maka penghasilan petani padi akan jauh lebih besar.
Karena itu pula, Gubri Syamsuar meminta masyarakat agar tidak buru-buru melakukan alih fungi lahan, khususnya dari sawah ke sawit.
Gubri Syamsuar memang sudah pernah membuktikan keberhasilannya dalam meningkatkan produksi padi saat menjadi Bupati Siak. Kecamatan Bungaraya, salah satu kecamatan di Siak telah dikenal secara nasional menjadi lumbung padi di Provinsi Riau.
Mudah-mudahan dengan jabatan Gubernur Riau, Syamsuar berhasil menyulap Provinsi Riau sebagai salah satu lumbung padi nasional. ***
kabarmelayu.com,ROHIL Kawal status quo, 12 pendiri koperasi JMB dan firma hukum brother & groups pasang plang peringatan hukum di lahan se
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama tim gabungan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran l
Lingkungan
Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi 76 Paskibraka 2026
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setda Inhil, H. Fadillah
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mengupayakan proses hibah sejumlah aset eks Caltex yang saat ini masih b
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pergelaran Festival Pacu Jalur 2026 di Tepian Narosa, Taluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, resmi dibuka, R
Budaya
kabarmelayu.com,KUANSING Sebanyak 857 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan Festival Pacu Jalur, perhelatan budaya masyarakat K
Pemerintahan
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Manfaatkan Teknologi Untuk Mengenal dan Melestarikan Budaya Melayu
Article
kabarmelayu.com,PEKANBARU Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatia
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Riau belum juga menemuk
Parlemen