Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Pemenang Lomba Baca Puisi Meraja Kata Jilid II Kemas Kepulauan Meranti Diumumkan

Harijal - Minggu, 30 Oktober 2016 13:25 WIB
Pemenang Lomba Baca Puisi Meraja Kata Jilid II Kemas Kepulauan Meranti Diumumkan
ilustrasi

SELATPANJANG, kabarmelayu.com - Seharian penuh, Sabtu (29/10/2016), lebih 90 peserta lomba baca puisi yang digelar Komunitas Seni Muda Bernas (Kemas) Kepulauan Meranti adu kebolehan. Mereka terdiri dari tiga kategori, yaitu SD, SLTP, dan SLTA-Umum.

Salah seorang dewan juri, Jefry Al-Malay berkesempatan membacakan surat keputusan nama-nama pemenang. Sebelum membacakan nama pemenang, kata Jefry, ada beberapa poin yang menjadi catatan dalam penilaian.

Secara keseluruhan, Jefry mengaku 91 orang peserta lomba baca puisi ini memiliki dasar vokal yang sangat bagus. Apabila diolah, kata Jefry juga, akan menjadi modal besar untuk diarahkan membaca atau deklarasi puisi.

Baca Juga:

Selain vokal, tambah Jefry, pemilihan puisi juga penting. Sebab, kalau salah dalam memilih puisi, maka akan terasa kurangnya. Kehendak atau maunya puisi tersebut seperti apa, dibaca dengan gaya apa, apakah marah, sedih atau gembira. "Tafsiran dari maksud puisi itu sangat penting," kata Jefry.

Kemudian, hal yang tak kalah penting dalam membaca puisi adalah irama. Sekarang, kata Jefry, dalam membaca puisi, tak harus menggunakan irama zaman baholak (zaman dahulu, gaya lama, red). Masyarakat pesisir seperti Kepulauan Meranti punya ritual-ritual atau kebiasaan, seperti serapah, gurindam, sungut, dan lain sebagainya.

Baca Juga:

Kebiasaan itu, tambah Jefy, jika diaplikasi dalam membaca puisi, maka akan terasa sangat indah ketika tampil di panggung. "Kita indahkan dia dipanggung, maka dia akan menarik. Irama baru itu yang harus kita pakai (gunakan, red)," ujarnya lagi.

Kalau hanya tepekik (menjerit) tak tentu arah saat membacakan puisi, dijelaskan Presiden Penyair Panggung itu lagi, malah rentan menghilangkan artikulasinya. Tak jarangan pekikan itu membuat tak jelas apa yang dibicarakan. "Jangan terpekik, tapi menjerit dengan vokal yang telah diolah tadi. Kalau terpekik sembarangan, dua bait saja suaranya sudah hilang," ujar Jefry.

Kedepan, pesan Jefry, asah terus kemampuan anak-anak Kota Sagu ini, terutama dalam karya senin. Sebab, anak-anak itu diyakini bisa menopang dunia literasi yang luar biasa. "Ambisi dan kepedulian mereka terhadap puisi sangat tinggi. Daerah kita banyak yang bisa olah untuk dijadikan puisi," pesan Jefry.

A. Juara tingkat SD I. Siti Nurbaya utusan SDN 2 Centai Kecamatan Pulaumerbau, poin 61,5 24; II. Ahmad Fallah utusan MI Muallimin, poin 57,9; dan III. Mukhlis utusan SDN 10, poin 57,7 10

B. Juara tingkat SLTP I. Ilham Erganda utusan SMPN 2 Rangsangbarat, poin 64; II. M Hanafi utusan SMPN 3 Pulaumerbau, poin 60,5; dan III. Fitri Andini utusan SMPN I, pon 58,9

C. Juara tingkat SMA dan Umum I. Irdayanti utusan MAN Selatpanjang, poin 69; II. Aisah Kinanti utusan SMAN 1 Tebingtinggi, poin 66,9; dan III. Zuriat Effendi utusan SMAN 1 Pulau Merbau, poin 65,6. ***

 

(goriau.com)

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Siak: Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
PPWI Inhil Minta Pemda Inspeksi Seluruh Dapur MBG, Pastikan Pengelolaan Limbah Sesuai Standar
Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
Setelah Sukses Ujian Akhir TP 2025-2026, UPT SDN 019 Pandau Jaya Siap Hadapi Ujian Kenaikan Kelas Senin mendatang
Polres Kampar Tertibkan PETI di Aliran Sungai Subayang, 3 Rakit Diamankan
komentar
beritaTerbaru