Selasa, 27 Oktober 2026 WIB

Ini Cara Perguruan Tinggi Cendana Atasi Pengangguran Sarjana

Harijal - Rabu, 23 November 2016 13:15 WIB
Ini Cara Perguruan Tinggi Cendana Atasi Pengangguran Sarjana
ilustrasi

MEDAN - Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara  Jumlah pengangguran terbuka di Sumatera Utara pada posisi Februari 2016 bertambah 7.000 orang dari periode sama tahun 2015 atau mencapai 428.000 orang. Uniknya angka pengangguran justru cukup tinggi pada level Sarjana.

Menanggapi fenomena tersebut, Direktur Perguruan Tinggi Cendana, Nugroho kepada wartawan mengungkapkan rasa prihatinnya.

"Pasti ada sesuatu yang salah dengan sistem pengajaran dan pembelajaran di negeri kita. Perguruan Tinggi seharusnya bisa mencetak manusia berwawasan tinggi dan  siap pakai,"ucapnya kepada wartawan saat berkunjung ke Perguruan Tinggi Cendana di Komplek Asia Mega Mas, Medan beberapa waktu lalu.

Baca Juga:

Untuk mengantisipasi sarjana nganggur, menurut Nugroho pihaknya sudah melakukan pencegahan sejak dini. "Mahasiswa Cendana sejak kuliah sudah tidak nganggur. Malah mahasiswanya sudah bisa bayar uang kuliah sendiri berikut juga uang jajannya,"ucapnya dengan nada bergurau. Tapi penggagas  belajar matematika dengan sistem Sempoa ini  menunjukkan sikap serius tentang ucapannya.

Apakah yang dilakukan Cendana untuk mengantisipasi sarjana nganggur? Ia menjawab, semua ada pada sistem pengajaran yang dibangunnya. "Kita mendidik para mahasiswa menemukan apa yang ingin digapai dalam hidupnya. Untuk menemukan hal seperti itu tidak perlu menunggu siap kuliah. Ia bisa memperolehnya sambil belajar sekaligus bekerja. "Bahasa kerennya adalah teori sambil praktek. Itu kami praktekkan sekaligus, "terangnya tentang perguruan tinggi yang menerapkan sistem pengajaran standar Internasional itu.  

Baca Juga:

Ketika mahasiswa mendaftar, ada sejenis tes bakat yang dilakukan pihak Cendana. Mahasiswa dilakukan wawancara, sekaligus psikotest. Dari hal itu akan ketahuan tipe kepribadian si mahasiswa. Apakah si mahasiswa seorang tipe wirausaha, atau seorang pekerja.

“Jika mahasiswa itu seorang tipe wirausaha, maka kami mendidik ia untuk menjadi seorang pebisnis yang handal. Dan jika mahasiswa itu tipe pekerja, ia akan kami didik untuk menjadi seorang leader di tempatnya bekerja,”ujarnya tentang kampus yang menyediakan jurusan Manajemen Perusahaan dan Manajemen Pemasaran itu.

Secara garis besar, Cendana mendidik para mahasiswanya  untuk bisa mandiri secara financial sejak dini. Sejak memasuki bangku kuliah, Cendana sudah menerapkan pola pikir:Menempuh pendidikan di perguruan tinggi dengan penghasilan sendiri, “tanpa subsidi”oleh orang tua dan keluarga.

Slogan ini ternyata tidak sekedar embel-embel. Nugroho meyakinkan.  “Kami membangun kesadaran akan pentingnya bekerja, bertanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya. Caranya adalah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri,”ucap Nugroho tentang konsep perguruan Tinggi Cendana yang didirikan sejak tahun 2003 ini.

Dengan system yang diterapkannya, hampir 100% mahasiswa yang sedang menjalani studi  sudah bekerja. Baik itu sebagai wirausaha, maupun menjadi karyawan. Penghasilan merekapun bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah perbulan.

 

 

(goriau.com)

SHARE:
beritaTerkait
Disanksi Denda oleh Komdis PSSI, PSPS Pekanbaru Layangkan Surat Keberatan
10 Nama Calon Pimpinan Baznas Riau Diserahkan ke Gubernur
Operasi Patuh LK 2026 Dimulai, Ini Sasaran Polresta Pekanbaru
Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas, Polda Riau Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya
komentar
beritaTerbaru