Senin, 24 Agustus 2026 WIB

Mahasiswa KKN STAIN Bengkalis Gelar Seminar dan Workshop Kewirausahaan

Harijal - Kamis, 25 Agustus 2022 19:12 WIB
Mahasiswa KKN STAIN Bengkalis Gelar Seminar dan Workshop Kewirausahaan
istimewa

BANTAN - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Bengkalis menggelar seminar dan workshop kewirausahaan, Rabu, 24 Agustus 2022 di Gedung serbaguna Desa Bantan Air.

Berbekal ilmu dan semangat dari masyarakat sekitar dilaksanakan workshop peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan memanfaatkan kearifan lokal yakni buah sawit.

Buah sawit merupakan tanaman yang tersedia sangat banyak di bantan air dan selama ini menjadi tanaman perkebunan yang hanya dijual dalam bentuk Tandan Buah Segar (TBS).

Baca Juga:

Seminar dan workshop kewirausahaan dibuka langsung oleh Ketua Penggerak PKK Desa Bantan Air dihadiri oleh Kader Kader PKK dari semua Dusun se Desa Bantan Air, Kelompok Usaha Bersama (KUB), Kader Kader Posyandu serta Mahasiswa KKN STAIN yang berjumlah 60 orang.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) H Imam Hakim yang juga merupakan mantan Kepala Dinas Ketahanan Pemkab Bengkalis tahun 2019 s.d 2021, kegiatan yang diinisiasi oleh Mahasiswa KKN STAIN ini diisambut baik oleh masyarakat dan dinilai tepat sebagai sebuah upaya memanfaatkan produk pertanian setempat untuk diolah menjadi sumber pangan yang sekaligus dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan menerapkan Teknologi Tepat Guna (TTG) murah dan ramah lingkungan.

Baca Juga:

"Pengrajin ibu-ibu yang dengan kreatifitasnya mampu memanfaatkan daging buah (brondolan) menjadi bahan baku Kue Bolu sebagai pengganti mentega dan zat pewarna, yang memiliki rasa yang khas. Sebuah ide dan kreatifitas ini menjadikan mahasiswa merasa perlu mengangkatnya supaya masyarakat banyak mengetahui, lalu dikemas dalam kegiatan seminar sekaligus workshop membuat Bolu Sawit," kata Imam.

Mahasiswa KKN Stain Bengkalis, Kharisma Wulandari, bahwa kegiatan ini sengaja dilaksanakan selain menularkan ketrampilan mengolah buah sawit (brondolan) yang jumlahnya hanya 21 butir sudah cukup menggantikan mentega. 

"Kegiatan ini juga untuk mengajak Ibuk Ibuk di desa Bantan Air untuk saling berdiskusi dan mengeluarkan ide pemikiran demi meningkatkan perekonomian di desa hanya dengan ilmu dan teknologi sederhanya saja," kata Kharisma.(inf/dkf)

SHARE:
beritaTerkait
Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Keluhkan Jalan Poros Dusun 4 Portal Kecamatan XIII Koto Kampar yang Rusak Parah
Berjibaku Melawan Karhutla di Kerumutan, Tim Gabungan Bangun Embung, Penyekatan dan Water Bombing
Luruskan Informasi, Pengawas dan Tim Ahli Koperasi JMB Tegaskan Pertemuan di Kantor Camat Adalah Rapat Koordinasi
Siak Zero Firespot, Bupati Afni Kerahkan Forkopimda hingga PKK Cegah Karhutla
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Serahkan Reflector Jalan untuk Tingkatkan Keselamatan Pengendara di Desa Senama Nenek
Maulid Nabi di Desa Seberang Pebenaan, Wabup Yuliantini Selipkan Pesan Tak Bakar Lahan
komentar
beritaTerbaru