Senin, 26 Oktober 2026 WIB

Ade; UN Menjadi Tolak Ukur Pemerataan Pendidikan di Indonesia

Harijal - Sabtu, 10 Desember 2016 09:15 WIB
Ade; UN Menjadi Tolak Ukur Pemerataan Pendidikan di Indonesia
net
Ade Hartati Rahmad, anggota komisi E DPRD Riau

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Pembatalan rencana peniadaan ujian nasional (UN), disambut baik Ade Hartati Rahmad, anggota komisi E DPRD Riau yang membidangi pendidikan. Menurutnya UN menjadi tolak ukur dan pemetaan pendidikan di Indonesia.

"Ya UN masih dibutuhkan untuk memetakan kualiatas pendidikan kita. Pekanbaru dan Meranti bisa saja berbeda kualitasnya. Makanya dengan UN ini nanti akan terlihat dan pemerintah tahu apa yang harus dilakukan di daerah tersebut," ujar anggota Komisi E ini, Jumat (9/12/2016).

UN kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, menjadi tolak ukur bagi pemerintah untuk memberikan treatmen dimasing masing daerah agar kualitas pendidikanya setara dengan daerah yang kualitas pendidikanya sudah baik.

Baca Juga:

Caranya bisa beragam, mulai dari perbaikan mutu tenaga pendidik hingga kurikulum. Sehingga mutu pendidikan di Indonesia terukur dengan kualitas siwa yang lebih baik lagi ke depannya. "Seperti saya katakan tadi, UN ini jadi tolak ukur. Nanti pemerintah akan merumuskan apa yang menyebabkan satu daerah kualitas pendidikan buruk. Disana nanti dirumuskan, oh tenaga pengajarnya perlu untuk ditingkatkan mutunya, Kurikulumnya perlu diperbaiki. Sarana pendidikanya perlu ditambah," imbuhnya.

Menurutnya, bukan pelaksanaan UN yang harus dihapuskan, melainkan  pelaksanaan UN itu yang perlu diperbaiki. Sehingga hasil yang didapat akan lebih baik. "Ini berbeda ya, kalau faktanya di daerah tertentu kok setiap tahun berulang nilainya buruk, itu bukan UN-nya yang salah. Pelaksanaanya bagaimana? Koreksinya disitu," tuturnya.

Baca Juga:

Seperti yang diketahui, sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mewacanakan akan meniadakan UN. Namun wacana itu batal melalui rapat kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo.

 

 


(riaupos.co)

 

SHARE:
beritaTerkait
Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas, Polda Riau Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya
Dolfie Rompas Minta Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Klarifikasi Isu Pertemuan dengan Dubes Singapura
Fraksi PKS DPRD Riau Dorong Pembahasan Perda LGBT Disegerakan
Ancam Warga, Pria di Tapung Hulu Lepaskan Tembakan Saat Dikejar Anggota TNI
komentar
beritaTerbaru