Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6 Dibuka, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabar baik bagi pencari kerja di Provinsi Riau. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) melalui UPT
Pemerintahan
Ade memperingatkan dampak jangka panjangnya: "300 anak putus sekolah berarti 300 calon keluarga tidak mampu. Ini adalah kemiskinan yang diwariskan," tegasnya.
Ade Hartati menyatakan, mata rantai kemiskinan ini sulit diputus jika pemerintah tidak mengambil langkah serius.
Baca Juga:
Menurut dia, intervensi kemiskinan harus dimulai dari pendidikan, namun perencanaan pemerintah dinilai lemah dan lebih berfokus pada pembangunan infrastruktur ketimbang peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Data Pendidikan Tak Akurat, Program Proyek-Orientasi
Baca Juga:
Ade Hartati mengkritik ketiadaan data riil di tingkat pemerintahan terendah, seperti dari Ketua RW, mengenai jumlah anak dari keluarga kurang mampu yang seharusnya masuk SD atau SMP.

"Data itu pun tak punya. Tanya saja data Musrenbang, yang ada paling sekadar rencana semenisasi jalan. Polanya proyek, orientasinya keuntungan," katanya.
Mantan anggota DPRD Riau dan DPRD Kota Pekanbaru menambahkan, program wajib belajar 9 tahun harus menjadi komitmen nyata, bukan sekadar slogan.
"Jangan ada lagi anak gagal sekolah karena anggaran. Ini tanggung jawab pemerintah," tegas Ade Hartati.
KIP Belum Dimaksimalkan, Pemerintah Dinilai Sibuk Politik
Ade juga menyoroti belum optimalnya pemanfaatan Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), yang seharusnya bisa menjadi solusi. "KIP bukan hanya bantuan untuk siswa, tapi juga peluang menarik anggaran pusat. Sayangnya, implementasinya masih setengah hati," ungkapnya.
Dia menuding pemerintah lebih fokus pada agenda politik menjelang pemilu ketimbang membenahi sistem pendidikan. "Mereka sibuk memikirkan pemilu lima tahun ke depan, bukan memperbaiki masalah pendidikan yang terjadi setiap tahun," kritiknya.
Ade mendesak agar alokasi APBD pendidikan benar-benar digunakan untuk memperluas akses dan menjamin keberlanjutan sekolah, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin.
"Tanpa langkah konkret, angka putus sekolah ini akan terus bertambah, dankemiskinan semakin terstruktur," pungkasnya.(sumber: FPB)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabar baik bagi pencari kerja di Provinsi Riau. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) melalui UPT
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Pondok Pesantren AlBaqiyatussa&039adiyah, Jalan Sinar Harapan Parit 6, Tembilahan Barat, Kabupaten Indragiri Hili
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat inflasi year on year (yony) di Riau pada September 2026 seb
Ekbis
kabarmelayu.com,KAMPAR Lebih dari 700 mahasiswa penerima Beasiswa Program SDM Perkebunan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Tahun 20
Pendidikan
Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Ungkap Peredaran 122 Butir Ekstasi, Satu Pria Diamankan
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU MA (17) seorang waria di Pekanbaru ditangkap Polsek Sukajadi lantaran membawa kabur sebuah hp Iphone milik teman
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pelarian N (42), seorang narapidana yang kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk Pekanbaru pada 2017 la
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Memasuki usia ke6 tahun, PT Riau Cargo Samudra menggelar acara Tasyakuran Milad ke6 sebagai momentum untuk m
Ekbis
kabarmelayu.com,ROHUL Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu (Rohul) memusnahkan barang bukti dari 77 perkara tindak pidana yang telah berke
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pernyataan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah merestorasi gamb
Lingkungan