CKG Riau 37,60 Persen, Kampar Tertinggi
kabarmelayu.com,PEKANBARU Angka Layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Riau mengalami tren positif. Hingga 26 Oktober 2026, dari s
Kesehatan
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Untuk meningkatkan kualitas guru dan kepala Raudatul Athfal (RA), Kelompok Kerja Kepala Raudatul Athfal (K3RA) menggelar pelatihan Kurikulum 2013 (K-13). Kegiatan pelatihan yang diikuti oleh guru dan kepala RA se-Kota Pekanbaru tersebut digelar di Kaliandra Meeting Room, Graha Pena Riau, Senin - Selasa (6-7/2).
Sebagai pemateri K3RA Kota Pekanbaru menghadirkan narasumber dari Departemen Pendidikan, Pengurus Pusat Ikatan Guru RA (PP IGRA). Kedua pemateri yang hadir yaitu Herlinawati, S.Pd dan Handayani Suminar, S.Pd.
Ketua Panitia Penyelenggara Dra Ermawati didampingi Koordinator Seksi Acara Dewi Elwisa, S.Psi mengatakan, pelatihan tersebut dilaksanakan untuk memperkenalkan K-13 kepada para guru RA. Sehingga guru RA semakin berkualitas dan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Baca Juga:
‘’Namun selama ini pelatihan seperti ini masih digelar secara mandiri. Makanya kami harapkan ke depan Pemko Pekanbaru bisa secara khusus menggelar pelatihan serupa dengan melibatkan guru RA agar kompetisinya bisa ditingkatkan,’’ jelasnya.
Sementara itu Ketua K3RA Kota Pekanbaru Syukriyah, SE berharap dengan pelatihan yang digelar selama dua hari tersebut, guru RA lebih berkualitas dan menyesuaikan pendidikan di RA dengan kurikulum nasional.
Baca Juga:
’Kita ingin mempertajam pengetahuan gurunya tentang RA. Karena ujung-ujungnya kita ingin meningkatkan kualitas RA,’’ jelasnya.
Di sela-sela pelatihan, salah satu pemateri Handayani Suminar, S.Pd mengatakan guru-guru RA punya semangat yang cukup bagus untuk belajar. Sayangnya kesempatan yang dimiliki masih kurang karena pelatihan terbatas.
Ia memaparkan pelaksanaan K-13 di lapangan sudah mulai, namun masih terbatas karena pengetahuan guru RA yang belum lengkap. Sehingga hal ini menjadi tugas pihaknya untuk melengkapi pengetahuan para guru RA.
‘’Harapan kami usai pelatihan ini mereka langsung bisa praktik di sekolah masing-masing. Sehingga hasilnya lebih baik dari sebelumnya. Karena memang K-13 secara umum sama, tetapi secara khusus terlihat perbedaan,’’ sebutnya.
Perbedaan itu meliputi pendekatan sains, kompetensi, dan pendekatan lainnya. Namun dengan K-13, pembelajaran menjadi utuh yang didapat anak. ‘’Mulai dari spiritual, sosial, pengetahuan dan keterampilan serta kompetensi lainnya,’’ jelasnya.
sumber: riaupos.co
kabarmelayu.com,PEKANBARU Angka Layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Riau mengalami tren positif. Hingga 26 Oktober 2026, dari s
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kemudahan akses pembiayaan masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), teruta
Opini
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Siak Hulu, menerima kunjungan studi tiru dari UPT SMP Negeri 3 Tapung,
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Manajemen PSPS Pekanbaru mengajukan permohonan pembatalan sanksi denda sebesar Rp20 juta yang dijatuhkan Komite
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau, telah mengumumkan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru resmi menggelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 mulai Senin
Hukrim
Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas, Polda Riau Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, MBA, menerima silaturahmi pengurus Himpunan Siompu Kampar Provinsi Ria
Parlemen
kabarmelayu.com,JAKARTA Dunia hukum di tanah air dikejutkan oleh langkah kontroversial dari Kantor Hukum Kamal Sugandi & Partners yang sec
Hukrim
kabarmelayu.com,JAKARTA Advokat Dolfie Rompas, S.H., M.H., berharap Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal memberikan klarifikasi secara terb
Politik