CKG Riau 37,60 Persen, Kampar Tertinggi
kabarmelayu.com,PEKANBARU Angka Layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Riau mengalami tren positif. Hingga 26 Oktober 2026, dari s
Kesehatan
SIAK KECIL, kabarmelayu.com - Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Hang Tuah Pekanbaru, yang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kecamatan Siak Kecil, Selasa (8/2/2017), mensosialisasikan pentingnya pembangunan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Demikian disampaikan Koordinator Mahasiswa PKL STIKES Hang Tuah di Kecamatan Siak Kecil Awaliyah kepada Posmetro Mandau, Kamis (9/2/2017).
Dikatakan Awaliyah, tantangan pembangunan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah masalah sosial budaya dan perilaku penduduk yang terbiasa buang air besar (BAB) di sembarang tempat, khususnya ke badan air yang juga digunakan untuk mencuci, mandi, dan kebutuhan higienis lainnya.
Baca Juga:
"Karena kegiatan STBM itu salah satunya akan mengurai permasalahan secara detail mengenai keadaan sanitasi dan kesehatan lingkungan di masyarakat serta mencari solusi dengan pola pemberdayaan masyarakat, yang tujuan akhirnya supaya masyarakat dalam kehidupan sehari-hari ada suatu perubahan perilaku higienis," katanya.
"Artinya mereka secara sadar kemudian terpicu untuk melakukan kebiasaan hidup bersih sehat dengan tidak BAB sembarangan tempat, serta membuat/memiliki jamban sederhana/WC," imbuhnya didampingi rekan PKL nya Hikma, Maliki, Prima di desa Lubuk Gaung Kecamatan Siak Kecil.
Baca Juga:
Dipaparkan Awaliyah termasuk menerapkan empat pilar yang lain dari STBM. Kondisi seperti ini dapat dikendalikan melalui intervensi terpadu melalui pendekatan sanitasi total. Hal ini dibuktikan melalui hasil studi WHO pada 2007, yaitu kejadian diare menurun 32% dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi dasar, 45% dengan perilaku mencuci tangan pakai sabun, dan 39% perilaku pengelolaan air minum yang aman di rumah tangga.
Sedangkan dengan mengintegrasikan ketiga perilaku intervensi tersebut, kejadian diare menurun sebesar 94%.
"Ada beberapa kendala yang hadapi pada program STBM ini yaitu pejabat struktural hingga sampai di tingkat desa menganggap bahwa program ini dianggapnya sesuatu yang biasa, padahal sebenarnya program ini sangat penting. Yang kedua, terkait faktor lingkungan, terutama warga masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan sungai, mereka sangat sulit untuk diajak agar tidak buang air besar (BAB) di sembarang tempat," jelasnya.
"Sedangkan yang ketiga, uniknya, masyarakat umumnya sudah mengerti bahwa kalau musim hujan tidak bisa jongkok bila musim kemarau tidak bisa cebok, ini artinya apabila musim hujan terkena banjir dan di daerah pinggiran hutan bila musim kemarau kesulitan air, sehingga akhirnya masyarakat memilih alternatif sendiri dengan menyesuaikan kondisi alam dan ini salah satu yang dijadikan alasan mereka," urai Awaliyah panjang lebar.
Sementara itu, Hikma, anggota mahasiswa PKL STIKES Hang Tuah di Siak Kecil berharap program STBM ini tetap berjalan secara terus menerus maka persoalan buang air besar sembarangan (BABS) lambat laun dapat diatasi.
Hikma juga mengatakan pihaknya mendorong masyarakat untuk memfokuskan pada pilar pertama dan perubahan perilaku masyarakat sehingga setelah sadar mereka akan membuat jamban secara swadaya, Mempersiapkan rencana kabupaten untuk mempromosikan strategi yang baru.
"Perlu mengkoordinasikan pendanaan untuk implementasi strategi STBM dan mengembangkan rantai suplai sanitasi di tingkat kabupaten. Tidak hanya pemerintah yang aktif, tetapi masyarakat yang tempatnya mendapat program ini untuk lebih aktif lagi, dan yang terakhir, yaitu menanamkan kesadaran bahwa BAB itu adalah kebutuhan individu jadi merekalah mestinya memikirkannya," tutupnya
sumber:riaupos.co
kabarmelayu.com,PEKANBARU Angka Layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Riau mengalami tren positif. Hingga 26 Oktober 2026, dari s
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kemudahan akses pembiayaan masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), teruta
Opini
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Siak Hulu, menerima kunjungan studi tiru dari UPT SMP Negeri 3 Tapung,
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Manajemen PSPS Pekanbaru mengajukan permohonan pembatalan sanksi denda sebesar Rp20 juta yang dijatuhkan Komite
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau, telah mengumumkan
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru resmi menggelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 mulai Senin
Hukrim
Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas, Polda Riau Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, MBA, menerima silaturahmi pengurus Himpunan Siompu Kampar Provinsi Ria
Parlemen
kabarmelayu.com,JAKARTA Dunia hukum di tanah air dikejutkan oleh langkah kontroversial dari Kantor Hukum Kamal Sugandi & Partners yang sec
Hukrim
kabarmelayu.com,JAKARTA Advokat Dolfie Rompas, S.H., M.H., berharap Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal memberikan klarifikasi secara terb
Politik