Kamis, 27 Agustus 2026 WIB
Ambil Sumber dari Internet Soal Ibukota Yerusalem

Penerbit Yudhistira Mohon Maaf, tapi tak Tarik Buku IPS

Harijal - Rabu, 13 Desember 2017 07:31 WIB
Penerbit Yudhistira Mohon Maaf, tapi tak Tarik Buku IPS
Istimewa
Mendikbud Muhadjir Effendy

JAKARTA - Penerbit Yudhistira Ghalia Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas penulisan Yerussalem sebagai Ibu kota Israel pada buku pelajaran IPS kelas VI yang belakangan ini diperdebatkan. Penerbit Yudhistira menyebut, pencantuman Yerusalem sebagai Ibu kota Israel itu berdasarkan pada sumber internet World Population Data Sheet 2010.

"Kami menyampaikan mohon maaf sehubungan dengan informasi yang berkembang saat ini atas kesalahan penyebutan Yerusalem sebagai ibu kota Israel," ungkap kepala penerbitan Yudhistira Dedi Hidayat melalui pesan tertulisnya kepada Republika.co.id, Rabu (13/12).

Dedi mengaku, tidak mengetahui jika data yang dikutip dari sumber internet tersebut masih menjadi perdebatan dan belum diakui secara internasional. Terlebih, menurut Dedi, sumber-sumber lain di internet pun mencantumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Baca Juga:

Hingga kini, Dedi belum berencana untuk menarik buku-buku yang telah terbit di pasaran. Hanya sebagai permohonan maaf, pihaknya akan melakukan revisi isi buku pada cetakan selanjutnya.

"Kami mohon maaf jika sumber yang kami ambil dianggap keliru. Kami akan melakukan perbaikan atau revisi isi buku tersebut pada cetakan berikutnya," tegas Dedi.

Baca Juga:

Belakangan, buku IPS kelas VI terbitan Yudhistira yang beredar di masyarakat diperdebatkan. Sebab, dalam buku karangan Sutoyo dan Leo Agung tersebut mencantumkam Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan, keberadaan buku tersebut sejak Selasa (12/12) pagi telah dihapus dari daftar BSE milik Kemendikbud. Selanjutnya, Muhadjir akan menelaah terlebih dahulu untuk melihat signifikansi masalah terkait buku tersebut.

"Kalau sebatas salah tulis, cukup diralat. Naskah buku itu kan bebas diunduh oleh siapa saja karena hak ciptanya sudah milik Kemendikbud," kata Muhadjir.(ROL)

SHARE:
beritaTerkait
Pemko Pekanbaru Tingkatkan Status Siaga Karhutla Jadi Tanggap Darurat
Pokja Newsrom Jaga Desa SMSI, Manifestasi Kukuhkan NKRI
Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku
Kabut Asap Mengkhawatirkan, Manfaatkan SIGNAL untuk Bayar Pajak Kendaraan
Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka
Polsek Teluk Meranti Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan, Imbau Warga Cegah Karhutla
komentar
beritaTerbaru