Rabu, 05 Agustus 2026 WIB

Enam Sekolah Estate Kampar Sambangi Pabrik RAPP

Harijal - Jumat, 14 Oktober 2016 14:51 WIB
Enam Sekolah Estate Kampar Sambangi Pabrik RAPP
goriau.com
Sejumlah penerima beasiswa RAPP yang terdiri dari enam sekolah di Kampar mengunjungi RGE Technology Center (RTC) pada Kamis (13/10). Dalam kunjungan ini mereka termotivasi kerja keras Sukanto Tanoto dalam membangun dan mengelola bisnisnya.

PANGKALANKERINCI, kabarmelayu.com – Melihat proses pembuatan kertas mulai dari kayu akasia hingga menjadi kertas merupakan pengalaman baru penerima beasiswa PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang berasal dari enam sekolah di estate Kampar, Kabupaten Kampar. Enam sekolah tersebut adalah SMK Kebun durian, SMAN 1 Gunung Sahilan, SMAN 2 Gunung Sahilan, SMAN 3 Gunung Sahilan, SMAN Koto Baru, SMAN Penghidupan dan MAN Lipat Kain.

Rubama misalnya, siswi dari MAN Lipat Kain ini kagum dengan RAPP yang mempunyai pabrik yang besar dan dapat membuka lapangan kerja bagi warga Pangkalan Kerinci dan sekitarnya.

“Ini pengalaman pertama kali melihat langsung bagaimana kertas itu diolah. Kami juga baru tahu akasia itu bisa diolah menjadi serat kain dan bubur kertas,” ucapnya pada Kamis (13/10/16).

Baca Juga:

Rubama mengatakan banyak pelajaran yang ia peroleh dari kunjungannya ke perusahaan kertas milik Sukanto Tanoto ini. Ia termotivasi atas usaha dan kerja keras Sukanto Tanoto dalam membangun usahanya di Pangkalan Kerinci.

“Beliau yang tidak tamat sekolah bisa membangun perusahaan sebesar ini. Ini menjadi motivasi bagi kami dalam belajar, karena dengan usaha yang keras akan mendapatkan hasil yang maksimal,” ucap siswi berjilbab ini.

Baca Juga:

Koordinator CD estate Kampar, Zamzuli Hidayat menyambut baik kunjungan dari para penerima beasiswa dari RAPP. Ia menjelaskan para siswa adalah siswa yang berprestasi, namun terkendala dengan biaya ekonomi untuk melanjutkan pendidikan.

“Kami ajak mereka ke RGE Technology Center untuk lebih mengenal bagaimana produksi kertas di RAPP dan juga bagaimana Bapak Sukanto Tanoto mengelola usahanya yang berdampak baik baik masyarakat (community), negara (country), iklim (climate) dan perusahaan (company),” ujarnya.

(goriau.com)

 

SHARE:
beritaTerkait
Gerak Cepat, Polsek Bina Widya Ungkap Kasus Curanmor 10 TKP
Polsek Kandis dan Petani Bersama Merawat Tanaman Jagung agar Tumbuh Subur
Teror Monyet Kian Meresahkan Warga Tembilahan  Inhil, Belasan Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Samsuri Daris Reses di Kecamatan Reteh, Serap Aspirasi
Pemkab Inhil Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi dan Sosialisasi Perubahan Regulasi Bantuan Perumahan Swadaya
Tunjukkan Hasil Smart Farming Binaan BI di Bunga Raya Produktivitas Padi Meningkat
komentar
beritaTerbaru