Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
PEKANBARU --- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir menilai bahwa pandemi Covid-19 secara tidak langsung telah mengubah pola pikir masyarakat tentang hidup sehat ke arah yang lebih baik. Hal ini ditandai dengan turunnya angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Riau sepanjang 2021.
“Kami melihat selama pandemi ada, masyarakat memang cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di rumah masing-masing. Artinya, mereka juga lebih banyak waktu untuk memperhatikan kondisi kesehatan lingkungan yang mungkin selama ini agak terabaikan karena sibuk dengan pekerjaan di luar rumah,” kata Mimi saat dihubungi, Kamis (14/10/2021).
Dia menambahkan, hal ini juga tidak lepas dari peran dan tugas petugas kesehatan di daerah dalam upaya melakukan pemantauan di lapangan terutama terkait pencegahan dan penanganan DBD di masing-masing daerah.
Baca Juga:
“Kebijakan pemerintah mengharuskan masyarakat terus berada di rumah juga bisa menjadi salah satu faktor mengapa masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kebersihan lingkungan mereka,” sambung Mimi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemprov Riau mencatat angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami penurunan drastis. Hal ini dapat dilihat dari akumulasi angka kasus DBD di Provinsi Riau dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.
Baca Juga:
Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, sepanjang tahun 2019, total sebanyak 4.139 kasus DBD terjadi di Provinsi Riau dari 12 kabupaten/kota.
Mimi mengungkapkan jumlah kasus DBD pada tahun 2020 mengalami penurunan hampir setengahnya, jika dibandingkan dengan kasus DBD yang terjadi pada tahun 2019, yakni total ada 2.948 kasus DBD di sepanjang 2020.
“Selanjutnya untuk tahun 2021 ini angkanya menurun drastis menjadi 472 kasus DBD di Riau hingga Agustus 2021. Data yang kami rangkum berdasarkan akumulasi kasus DBD yang terjadi di setiap kabupaten/kota di Provinsi Riau,” tutur Mimi.
Mimi merincikan, untuk gambaran kasus DBD di Riau tahun 2021, terhitung Januari ada sebanyak 63 kasus. Jumlah ini sedikit mengalami penurunan pada Februari dengan total 61 kasus DBD di Riau.
Lalu pada bulan Maret 2021, penurunan kasus juga terlihat yakni dengan jumlah 50 kasus DBD. Sedangkan pada April, naik menjadi 56 kasus. Kasus DBD lalu menanjak naik pada Juni dengan total selama sebulan terdapat 99 kasus.
“Selanjutnya angka kasus penularan DBD terpantau kembali mengalami penurunan pada bulan Juli dan Agustus yakni masing-masing ada 44 dan 46 kasus. Jika kita lihat berdasarkan grafik angka kesakitan, sepanjang 2021 kasus tertinggi terjadi di Pekanbaru dengan jumlah 20-an kasus,” tuturnya. (MC)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau, mem
Hukrim
Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka
Hukrim
Polsek Teluk Meranti Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan, Imbau Warga Cegah Karhutla
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Prestasi luar biasa diraih oleh tim futsal UPT SD Negeri 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Kali
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk program beasiswa m
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sejumlah kios di Pasar Higienis, Jalan Teratai, Kota Pekanbaru, yang selama ini terbengkalai, dimanfaatkan oknum
Pemerintahan
ISPU Memburuk, Sekolah di Sejumlah Wilayah Siak Terapkan PJJ, ASN Hamil Boleh WFH
Pemerintahan
kabarmelayu.com,ROHUL Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ke27, Persatuan Wartawan Indonesia (P
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Program Pemantapan Nilainilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan 73 Lemhannas RI diikuti oleh Kalangan Birokrat, Akademis
Pemerintahan