Rabu, 23 September 2026 WIB

Bupati Rohil Keluhkan Jalan Banyak Rusak Dilindas Truk Tanah Timbun PT PHR

Harijal - Kamis, 27 Juli 2023 08:36 WIB
Bupati Rohil Keluhkan Jalan Banyak Rusak Dilindas Truk Tanah Timbun PT PHR
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rokan Hilir hentikan sementara operasional penambangan tanah urug PT Rifansi Dwi Putra kontraktor PHR.(foto: Ist.)

PEKANBARU - Bupati Rokan Hilir, Afrizal Sintong mengeluhkan kondisi jalan di daerahnya yang selalu saja hancur karena dilintasi oleh truk bertonase berat milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Afrizal Sintong meminta agar Pemprov Riau dan Kementerian Perhubungan menegur PT PHR. “Jalan yang banyak kami bangun hancur karena adanya kegiatan operasional PHR yang membawa tanah timbun,” ujar Aftizal Sintong, ketika ditemui di Pekanbaru baru-baru ini.

Lebih lanjut dikatakan Epi Sintong panggilan akrab Bupati Rokan Hilir ini, akibat muatan kendaraan pengangkut tanah milik PHR dengan kapasitas besar, kondisi jalan di Rohil tidak pernah bertahan lama.

Baca Juga:

Terlebih rata-rata muatan truk angkutan itu bahkan sampai 20 ton, sedangkan kapasitas jalan hanya mampu menahan beban maksimal 8 ton.

“Inilah kendala yang kami hadapi sekarang. Memang termasuk mobil-mobil pengangkut sawit, tapi katakanlah itu mobil masyarakat. Tapi yang jadi kendala itu adalah truk-truk milik PHR atau subkon-nya. Karena muatannya memang sangat besar sehingga membuat jalan di daerah kami rusak,” tuturnya.

Baca Juga:

Epi Sintong menyebut, saat ini ada kegiatan penimbunan untuk wellpad di sumur-sumur minyak milik PT. PHR.

Untuk satu wellpad itu saja, kata Sintong, membutuhkan sampai 2.500 kubik tanah. “Sekarang sudah ada 372 wellpad yang sudah siap, berarti ada 2 juta kubik lebih tanah yang sudah diangkut melintas di jalan ini,” sambungnya.

“Sehingga jalan jalan yang kami bangun itu rusak sekarang ini. Bahkan kadang-kadang baru serah terima dari PUPR, sudah rusak lagi,” sambungnya.

Dia meminta kepada Kementerian Perhubungan untuk menegur PT. PHR agar truk yang digunakan untuk mengangkut tanah itu tidak menggunakan kendaraan bertonase besar.

“Bagaimana transportasi PHR ini menggunakan mobil yang muantannya 8 ton saja, sesuai dengan kemampuan beban jalan. Kami tak bisa menegur,” sambungnya.

Sementara itu, dia juga menjelaskan, bahwa kondisi tanah di Rohil sebagian besar adalah gambut, yang mana idealnya pembangunan jalan dilakukan dengan sistem rigid.

“Tapi anggaran kami tak ada. Makanya kami buat hotmix saja. Tapi tak bisa dilintasi oleh mobil besar. sehingga jalan yang kami bangun selalu rusak, karena dilintasi oleh mobil berkapasitas muatan sampai 20 ton dari PHR,” ungkapnya dilansir bertuahpos.com.***

SHARE:
beritaTerkait
Diduga Rp500 Juta untuk Cari Proyek Pemerintah, Kini Muncul Permintaan Rp1,3 Miliar
Syiar Dakwah, Azwendi Fajri Dukung Penuh Bengkel Da'i
Soal Konflik Lahan di Rupat, Pemkab Bengkalis Buka Audiensi dengan Masyarakat
Kemendukbangga/BKKBN RI dan Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Kampar Melek Isu Keluarga dan Stunting
Legislator PKS Minta 30 Korporasi Karhutla Ditindak Tegas
Ekosistem Kendaraan Listrik Didorong Tak Berhenti di Pabrik
komentar
beritaTerbaru