Rabu, 10 Juni 2026 WIB

Kapal Angkut 14 Ton Beras Bulog Karam di Pulau Merbau

Redaksi - Jumat, 24 Mei 2024 19:35 WIB
Kapal Angkut 14 Ton Beras Bulog Karam di Pulau Merbau
Kapal mengangkut 14 ton beras karam di perairan Desa Kuala Merbau Pantai Beting Beras.(Foto: Ist)
kabarmelayu.com,Pekanbaru - Sebuah kapal karam di Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (23/5/2024). Kapal tersebut membawa 14 Ton beras Bulog untuk disalurkan kepada masyarakat lima desa yang ada di Pulau Merbau.

Akibat insiden tersebut, beras-beras yang akan disalurkan tersebut basah dan harus dievakuasi.

Irwin (30), ABK dari Kapal tersebut mengatakan, kejadian terjadi tepatnya di perairan Desa Kuala Merbau Pantai Beting Beras.

Baca Juga:

"Tenggelam sekitar pukul 23:00 WIB tadi malam, kondisi kapal masih kandas di Pantai Beting Beras dan beras Bulog tersebut basah. Total 14 ton," ujarnya.

Beras tersebut akan disalurkan ke Desa Kuala Merbau, Desa Tanjung Bunga, Desa Renak Dungun, Desa Baran Melintang dan Desa Pangkalan Balai.

Baca Juga:

"Beras basah semuanya, sebagian kami bongkar juga. Kondisi kapal masih tertahan di pantai Beting Beras bersama beras. Nanti malam mau kami tarik ke sungai dan dibongkar ke pelabuhan," ucapnya.

Pj Kepala Desa Tanjung Bunga, Toni Anuar mengatakan, setelah karamnya kapal bermuatan beras tersebut, beras yang diangkut harus dievakuasi manual ke daratan dalam kondisi yang sudah basah.

"Kapal yang karam itu membawa beras Bulog urnuk disalurkan kepada masyarakat. Informasi yang kami dapatkan, berasnya sudah basah, dan saat ini sebagai beras sudah dibawa ke tepian," jelas Toni.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Produksi Melimpah, Mentan Heran Penyelundupan Beras Masih Marak
Kawal stok dan Harga Pangan, Wawako Pastikan Stabilitas Pasar Pekanbaru Jelang Nataru
TNI Hadir dengan Hati: Kodam I/BB Bagikan 500 Sak Beras untuk Ojol Medan
Indonesia Tak Impor Beras pada 2025
Antisipasi Beras Oplosan, Satgas Pangan Pekanbaru Terus Lakukan Pengawasan Rutin
Polisi Amankan Pelaku Pemain Lama Beras Oplosan di Pekanbaru
komentar
beritaTerbaru