Rabu, 17 Juni 2026 WIB

Israel Dilanda Kebakaran Terbesar Sepanjang Sejarah

Redaksi - Kamis, 01 Mei 2025 09:03 WIB
Israel Dilanda Kebakaran Terbesar Sepanjang Sejarah
Petugas memadamkan api yang membakar perbukitan di ISrael.(Foto: Sabili.id/Ist)

Terjadinya kebakaran bertepatan dengan dimulainya perayaan peringatan 77 tahun berdirinya Israel di tanah Arab yang diduduki pada 1948. Layanan Darurat dan Penyelamatan mengumumkan bahwa mereka tidak dapat berpartisipasi dalam pengamanan acara memperingati Nakba Palestina, yang oleh orang Israel disebut sebagai "Hari Kemerdekaan". Pihak berwenang telah mengumumkan pembatalan beberapa perayaan yang memperingati peristiwa tersebut karena dampak dari kebakaran besar tersebut.

Merujuk the Times of Israel, kondisi cuaca yang sulit dan keterbatasan pesawat pemadam kebakaran di malam hari membuat upaya tersebut baru dapat dimulai pada Kamis pagi. Bersamaan dengan upaya pemadaman kebakaran di dalam negeri, Kementerian Luar Negeri mengatakan telah menghubungi Yunani, Siprus, Kroasia, Italia, dan Bulgaria untuk mendapatkan bantuan.

Baca Juga:

Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar juga berbicara dengan para menteri luar negeri Inggris, Prancis, Republik Ceko, Swedia, Argentina, Spanyol, Makedonia Utara, dan Azerbaijan, antara lain menurut kantornya.

Menanggapi permintaan tersebut, menurut Israel, Italia dan Kroasia mengirim tiga pesawat pemadam kebakaran "Superscooper", Rumania mengatakan akan mengirim dua pesawat – satu pesawat pemadam kebakaran dan satu lagi untuk dukungan logistik – Spanyol mengatakan akan mengirim dua pesawat.

Baca Juga:

Prancis mengatakan akan mengirim satu pesawat pemadam kebakaran, Siprus setuju untuk mengirim helikopter, dan negara-negara lain menyatakan "kesediaan untuk membantu," termasuk Ukraina dan Ekuador, dan negara-negara lain telah menawarkan untuk mengirim helikopter sebagai dukungan.

Otoritas Palestina juga menawarkan pengiriman tim pemadam kebakaran untuk membantu memadamkan api, namun hingga Rabu malam, Israel belum menanggapi tawaran tersebut.

Ketika api terus menyebar, rumah sakit dan layanan darurat bersiap menghadapi masuknya korban jiwa. Pusat Medis Hadassah di Ein Kerem mulai meminta pasien yang tidak mendesak untuk meninggalkan rumah sakit pada Rabu sore, untuk bersiap menerima korban, dan meminta masyarakat menghindari datang ke rumah sakit kecuali "benar-benar diperlukan."

Republika

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
BKSAP DPR RI Kecam Penangkapan WNI oleh Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla
Israel Cegat Misi Kemanusiaan ke Gaza, PWI Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia
Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Praka Farizal Gugur Saat Salat Isya Karena Terkena Mortir Israel
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang Tewaskan Prajurit TNI
Perang di Timur Tengah: Seruan Keadilan dan Perdamaian dari Indonesia
komentar
beritaTerbaru