Selasa, 20 Oktober 2026 WIB

7 Hektare Lahan Gambut di Rimbo Panjang Terbakar, Pemilik Belum Diketahui

Redaksi - Jumat, 18 Juli 2025 19:46 WIB
7 Hektare Lahan Gambut di Rimbo Panjang Terbakar, Pemilik Belum Diketahui
Pemadaman areal lahan gambut yang terbakar di Rimbo Panjang, Kampar.(Foto: Istimewa)
kabarmelayu.comKAMPAR– Kabut asap kembali menyelimuti wilayah Kampar. Sebanyak 7 hektare lahan gambut di Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar terbakar, Jumat (18/7/2025).

Insiden ini menjadi perhatian serius pihak berwenang, terutama dengan kehadiran Kapolres Kampar yang baru menjabat, AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang yang langsung turun tangan memimpin operasi pemadaman.

Sejak pukul 08.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Kampar, TNI, Manggala Agni, BPBD, MPA, kelompok tani Heri Santoso, dan perangkat Desa Rimbo Panjang berjibaku melawan amukan si jago merah.

Baca Juga:

Lahan gambut yang kering ditambah embusan angin kencang menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Sulitnya akses dan minimnya sumber air di lokasi kebakaran kordinat 0,4776440, 101,3013950, semakin mempersulit upaya pemadaman.

"Berbagai peralatan canggih dikerahkan, mulai dari kendaraan roda dua dan empat hingga nozel, selang, dan jet power. Tim tak kenal lelah memadamkan api, bahkan sempat beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga sebelum kembali melanjutkan pemadaman dan pendinginan," ujar Boby.

Baca Juga:

Perjuangan ini menunjukkan komitmen tinggi semua pihak dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kerap melanda Riau.

"Titik api berhasil dipadamkan pada sore hari. Proses pendinginan masih terus dilakukan untuk memastikan api tidak menyala kembali," ucap Boby.

Kepolisian telah mengonfirmasi bahwa status pemilik lahan masih dalam tahap penyelidikan. Ini menjadi fokus penting, karena identifikasi pemilik lahan dapat membuka jalan untuk penegakan hukum dan pencegahan kasus serupa di masa mendatang.

Karhutla bukan hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan masyarakat dan lingkungan. Asap tebal dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan mengurangi jarak pandang, sementara kerusakan ekosistem gambut membutuhkan waktu lama untuk pulih.

"Penyelidikan mengenai pemilik lahan yang terbakar akan menjadi langkah krusial berikutnya. Semoga kita segera mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas kebakaran ini, sehingga langkah-langkah hukum yang tegas dapat diambil untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan memberikan efek jera bagi para pelaku," jelas Boby Putra Ramadhan.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
2 424 Titik Panas di Sumatera Pagi Ini, Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat
Apel HSN XII 2026 di Pekanbaru di Tengah Kabut Asap, Lingkungan dan Masyarakat Riau Butuh Kepedulian
Udara Masih Tidak Sehat, Senin Besok Siswa Pekanbaru Kembali Tatap Muka di Sekolah
Sempat Membaik, Udara Pekanbaru Kembali di Level Berbahaya Sore Ini
Soal Penanganan Karhutla, TNI Diminta Hadir dengan OMSP Terencana
Karhutla Parah di Selatan Sumatera, Angin Bawa Asap ke Riau
komentar
beritaTerbaru