Kamis, 30 Juli 2026 WIB

Banjir Bandang Sumbar, 21 Jenazah Ditemukan di Aliran Sungai Batang Anai

Redaksi - Sabtu, 29 November 2025 11:58 WIB
Banjir Bandang Sumbar, 21 Jenazah Ditemukan di Aliran Sungai Batang Anai
Tim gabungan menyusuri lokasi banjir bandang di Jembatan Kembar Batas Kota Silaiang Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.(Foto: Antara)
kabarmelayu.comSUMBAR - Sebanyak 21 jenazah ditemukan di aliran Sungai Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Jenazah-jenazah itu diduga merupakan korban banjir bandang atau galodo di Jembatan Kembar Kota Padang Panjang pada Kamis (27/11).

"Untuk sementara hingga malam tadi ada 21 jenazah yang telah ditemukan," kata Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir di Parik Malintang, Sabtu (29/11/2025).

Ia mengatakan korban ditemukan oleh tim gabungan terdiri atas polisi, TNI, pemerintah daerah, masyarakat, dan unsur lainnya yang melakukan pencarian hingga Jumat (28/11/2025) malam.

Baca Juga:

Dalam pencarian tersebut, 19 korban ditemukan di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, satu lainnya ditemukan di Kecamatan Lubuk Alung, dan satu lainnya di Kecamatan Batang Anai.

Setelah ditemukan, katanya, korban dibawa ke puskesmas terdekat untuk penanganan awal dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara guna identifikasi korban. "Untuk status ada yang diambil keluarga dan ada juga yang belum diambil," katanya.

Baca Juga:

Ia mengatakan tim gangguan hari ini melanjutkan pencarian di aliran Sungai Batang Anai guna mencari dan mengevakuasi korban bencana tersebut.

Galodo yang membawa material tanah, lumpur, dan bebatuan, menimbun jalan nasional Padang-Padang Panjang, tepatnya di gerbang Kota Padang Panjang, Tanah Datar, dan Jembatan Kembar menuju Lembah Anai pada Kamis (28/11).

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Padang Panjang Noviyati menyebutkan kejadian itu menimbun badan jalan nasional yang merupakan pintu gerbang menuju Kota Padang Panjang dan Lembah Anai di wilayah Kabupaten Tanah Datar.

Material yang terdiri atas tanah, lumpur, bebatuan, dan batang pohon, terbawa ke jalan itu mengakibatkan jalur tidak bisa dilintasi.

Republika

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hujan 3 Jam, Jalan Sudirman dan Diponegoro Pekanbaru Tergenang
Normalisasi Sungai Sail Dilanjutkan
Abrasi di Desa Sungai Nyiur Inhil, Sejumlah Bangunan Rusak Berat
Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Sudah Hampir 1.000 Orang
Longsor di Pasar Lama Enok, 4 Bangunan Terjun ke Sungai
Pekanbaru Status Siaga Darurat Bencana Karhutla
komentar
beritaTerbaru