Selasa, 22 September 2026 WIB

Perjuangan Pemadaman Karhutla di Mak Teduh Pelalawan, Tim Berjalan Kaki Dua Kilometer

Redaksi - Kamis, 06 Agustus 2026 15:37 WIB
Perjuangan Pemadaman Karhutla di Mak Teduh Pelalawan, Tim Berjalan Kaki Dua Kilometer
Tim Manggala Agni melakukan pemadaman di lokasi karhutla Mak Teduh.(Foto: ist)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Perjuangan tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lokasi Mak Teduh, Kabupaten Pelalawan, Riau, tampaknya cukup berat dan menguras tenaga. Untuk mencapai titik api, tim harus berjalan kaki sejauh dua kilometer karena jalur utama menuju lokasi terputus oleh kanal.

Operasi pemadaman di Mak Teduh telah memasuki hari keempat pada Kamis (6/8/2026). Hingga kini, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan, kondisi medan yang berat menjadi tantangan utama dalam operasi pemadaman. Akses menuju kepala api menuju jalur utama terputus oleh kanal.

Baca Juga:

"Tim harus memutar dengan berjalan kaki sejauh sekitar dua kilometer karena akses utama terputus oleh kanal," terang Ferdian Krisnanto, Kamis (6/8/2026).

Meski menghadapi medan yang sulit, tim pemadam tetap melanjutkan operasi untuk memastikan kebakaran benar-benar dapat dikendalikan.

Baca Juga:

Pada hari Rabu (5/8/2026) kemarin, hujan dengan intensitas tinggi sempat mengguyur lokasi selama sekitar 45 menit. Hujan ini membantu menurunkan intensitas api.

Namun demikian, hujan belum menjadi jaminan karhutla benar-benar padam. Tim Manggala Agni tetap melakukan mopping up atau pendinginan menyeluruh guna memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa di dalam lapisan gambut maupun tumpukan vegetasi.

"Kami tetap melakukan mopping up untuk menuntaskan pemadaman dan memastikan tidak ada bara api yang tertinggal sehingga potensi penyalaan kembali dapat ditekan," katanya.

Proses pendinginan merupakan tahapan penting dalam penanganan karhutla, terutama di lahan gambut. Bara api yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah berpotensi kembali menyala ketika cuaca panas dan angin menguat.

"Karena itu, personel Manggala Agni terus menyisir area yang telah dipadamkan sembari memastikan seluruh titik panas benar-benar padam sebelum operasi di lokasi dinyatakan selesai," jelasnya.

Operasi pemadaman di Mak Teduh merupakan bagian dari penanganan karhutla yang dilakukan Manggala Agni Daops Rengat Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera di sejumlah titik di Kabupaten Pelalawan. Selain Mak Teduh, operasi juga masih berlangsung di Kelurahan Kerumutan dan akan terus dilanjutkan hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kualitas Udara Pekanbaru Level Berbahaya!
Cegah Karhutla, Bupati Kasmarni Dorong Land Clearing dengan Alat Berat
Polisi Tangkap Buronan Kasus Karhutla di Siak, Sempat Halangi Pemadaman
Hujan Merata di Riau, Hotspot Tersisa 2 Titik
Lapas Bagansiapiapi Gelar Sholat Istisqa
Diguyur Hujan, Kualitas Udara Pekanbaru Pulih
komentar
beritaTerbaru