Rabu, 06 Mei 2026 WIB

Polair Polda Riau Amankan 300 Tin Rokok Tanpa Pita Cukai Asal Batam

Harijal - Selasa, 07 Maret 2017 21:38 WIB
Polair Polda Riau Amankan 300 Tin Rokok Tanpa Pita Cukai Asal Batam
gam/rec

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Direktorat Polisi Perairan (Polair) Polda Riau, mengamankan 300 tin rokok ilegal tanpa pita cukai asal Batam, di Pelabuhan Rakyat Kecamatan Gogok, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Selasa (07/3/2017) dini hari, sekitar pukul 0.30 wib.

Selain rokok, polisi juga mengamankan seorang pria bernama Jhomy (35) warga Jalan Imam Bonjol, Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo Sik MM mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan saat speed boat patroli KP IV - 2003 melakukan patroli disekitar perairan Tebing Tinggi, melihat speed boat bermesin gantung 5 buah sedang sandar di Pelabuhan Rakya Jalan Air Gemuruh, Desa Gogok.

Baca Juga:

"Waktu itu, anggota mencurigai speed boat bermesin gantung 5 buah. Selanjutnya didekati, namun speed boat bermesi 5 itu langsung tancap gas meninggalkan pelabuhan," ujar Guntur.

Dilokasi itu, lanjutnya, anggota melihat beberapa orang sedang melakukan kegiatan bongkar muat mencurigakan di pelabuhan tersebut. 

Baca Juga:

Ketika dilakukan pemeriksaan, ditemukan kurang lebih 300 tin/kotak besar rokok yang tidak memiliki lebel cukai serta dokumen atau surat-surat berasal dari Batam.

Pelaku berikut barang buktinya, saat ini telah dibawa ke Mako Dit Polair Polda Riau di Pekanbaru guna pemeriksaan lebih lanjut. (gam/rec)

SHARE:
beritaTerkait
Pastikan Pangan Murah Terjangkau Masyarakat, Hj. Katerina Susanti Tinjau GPM di Tembilahan
Bocah 16 Tahun Ditangkap Edarkan Sabu di Panger
Antisipasi Kemarau Ekstrem, Pemda Diminta Perkuat Mitigasi Kekeringan
Indeks Ketimpangan Gender Riau Menurun, Pekanbaru Terbaik
Hendry Munief dan Kemenpar Taja Bimtek Promosi Wisata di Rohil, Latih Gen Z Manfaatkan Media Sosial
Impromptu Speech Competition 2026, UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Gala dinner bersama Delegasi Malaysia dan Thailand
komentar
beritaTerbaru