Gerak Cepat, Polsek Bina Widya Ungkap Kasus Curanmor 10 TKP
Gerak Cepat, Polsek Bina Widya Ungkap Kasus Curanmor 10 TKP
Hukrim
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Seorang pria di Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Provinsi Riau bernama Andi (Identitas disamarkan, red), secara tak sengaja menemukan benda-benda tak lazim yang diduga berasal dari peradaban ratusan tahun silam.
Ia menemukannya tanpa sengaja ketika sedang menggali pasir, yang biasanya jadi mata pencarian warga setempat, dimana nanti dijual untuk bahan bangunan. Benda-benda itu tertimbun didalam tanah dengan kedalaman empat meter.
Barang antik ini diantaranya keris kuno, gelang berkepala naga, benda mirip emas batangan, koin, balpoin berisi keris, serta peti berukir tulisan arab, lengkap dengan naga yang sedang berlikuk. Semua benda tersebut berwarna emas, dengan jumlah 12 buah.
Baca Juga:
Andi juga menemukan benda mirip Semar Mesem (Keris sakti, red) berkepala ular. Lalu juga ada telur yang ruasnya berukir tulisan arab. Semuanya ditemukan dengan kondisi yang masih utuh dan juga berwana kuning emas.
Ia menceritakan kepada wartawan, lokasi penggalian tempat ditemukannya benda kuno ini dikenal masyarakat sekitar cukup mistis dan masih kental dengan hal gaib. Selain itu tak jarang ada penampakan-penampakan misterius.
Baca Juga:
"Itu kan lokasi penggalian pasir. Saya ikut kerja sampingan setiap akhir pekan di sana. Nah menurut cerita, sering orang melihat penampakan seperti cahaya berputar-putar," ungkap Andi sambil menunjukkan puluhan benda kuno tersebut.
Bahkan lagi, penjaga mesin galian disitu juga tak banyak yang bertahan (kerja, red) lantaran takut. "Sudah ada sekitar 15 kali berganti penjaga mesinnya. Orang itu takut. Ada juga yang kabur gitu saja tanpa pamit. Barang-barang ditinggalkan," bebernya.
Yang bikin lebih bergidik, yaitu kejadian diluar logika pada saat area tersebut pertama kali dibuka. "Dulu pas dibuka areanya kan pakai alat berat, pas disebuah pohon Kayu Arang, itu alat beratnya rusak. Memang katanya disana angker," kisah Andi.
Saking takutnya, Andi bahkan tak berani mempublishkan temuan puluhan benda kuno ini. "Sudah lama ini disimpan, sejak pertama kali ditemukan dulu, sekitar 2013, baru sekarang berani kasih lihat," jawabnya.
"Awalnya keluarga memperingatkan agar jangan sembarangan dipamerkan. Takut ada apa-apa, makanya nggak berani. Baru sekarang saya mau menunjukkannya," tukas lelaki yang sudah beristri tersebut.
(goriau.com)
Gerak Cepat, Polsek Bina Widya Ungkap Kasus Curanmor 10 TKP
Hukrim
Polsek Kandis dan Petani Bersama Merawat Tanaman Jagung agar Tumbuh Subur
Lingkungan
kabarmelayu.com,INHIL Teror serangan monyet yang terjadi dalam sepekan terakhir di Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), terus ber
Peristiwa
kabarmelayu.com,INHIL Anggota DPRD Provinsi Riau, Samsuri Daris, terus berkomitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat di tengah keterba
Parlemen
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, SE., MT., melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, H.
Pemerintahan
kabarmelayu.com,SIAK Program pengembangan pertanian berbasis smart farming yang dijalankan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau bersama Gabun
Pemerintahan
kabarmelayu.com,RIAU Aksi penipuan dengan mencatut nama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau, Raja Isyam Azwar, kembali terjadi.
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan tetap memberikan keringanan kepada para eks pemegang Hak Guna Ban
Pemerintahan
Jembatan Rantau Berangin, Desa Merangin Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar, kembali menelan korban. Jika beberapa pe
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Menjelang peringatan Hari Jadi ke69 Provinsi Riau, Gubernur Riau periode 20182019 Wan Thamrin Hasyim mener
Pemerintahan