Kemenkeu Cicil Utang, DBH Migas Siak Justru Anjlok Drastis
"Kalau memang kontribusinya disebut turun, kami ingin tahu apa dasarnya. Liftingnya berapa, produksinya berapa, dan bagaimana angka itu dihi
Pemerintahan
KEMUNING, kabarmelayu.com - Pemilihan Kepala Desa serentak, khususnya di 4 Desa di Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, diantaranya Desa Batu Ampar, Desa Keritang Hulu, Desa Talang Jangkang, dan Desa Limau Manis yang digelar, Rabu (30/8/17) menuai kekecewaan dari berbagai kalangan masyarakat.
Pasalnya, banyak warga yang tidak memiliki hak pilih karena tidak terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan tidak menerima surat undangan.
"Aneh saja, setiap Pilkada, Pileg hingga Pilpres, saya dapat surat undangan dan terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dan saya warga asli desa ini, lucunya pada pilkades ini justru saya tidak menerima undangan pemilihan, sehingga saya tak dapatkan hak pilih," ujar salah seorang warga desa Batu Ampar yang tak ingin namanya disebutkan, Rabu (30/08/17).
Baca Juga:
Selain itu, M Zudal Damru, warga Dusun Masad Desa Keritang Hulu Kecamatan Kemuning, menyampaikan keluh-kesahnya yang merasa kecewa karena tidak dapat memilih.
"Saya sangat kecewa pak, karena tidak dapat memilih kepala desa yang saya inginkan karena saya tidak menerima surat undangan untuk memilih, padahal pada Pilpres lalu saya ikut memilih, bahkan ada lagi warga asli Keritang Hulu yang boleh disebut Datoknya Keritang Hulu bapak H Manisan tak juga mendapat surat undangan untuk memilih, bukan hanya kami yang tidak mendapat undangan namun ada ribuan warga Keritang Hulu yang tidak mendapatkan hak pilihnya pada pilkades serentak 2017 ini," cetusnya.
Baca Juga:
"Untuk diketahui Pak, saya menjadi warga Keritang Hulu sudah lebih dari 25 tahun namun anehnya baru kali ini saya tidak mendapat undangan surat suara, saya berharap ada tindakan dari pemerintah untuk mengusut kasus ini hingga tuntas, kalau tidak bakal berimbas pada Pilkada nanti," pintanya.
Lebih lanjut dikatakan, bukan hanya dia yang tidak mendapatkan undangan namun ada ribuan warga lainya juga tidak mendapatkan surat serupa.
"Bagaimana bisa begitu, di dusun Masad saja ada ratusan orang yang tidak memeperoleh surat undangan, saya heran bagaimana hal ini bisa terjadi, siapa yang harus kita salahkan dalam hal ini?," tanya M Zudal, kecewa.
Hingga berita ini diturunkan belum ada klarifikasi dari pihak terkait.(zak)
"Kalau memang kontribusinya disebut turun, kami ingin tahu apa dasarnya. Liftingnya berapa, produksinya berapa, dan bagaimana angka itu dihi
Pemerintahan
kabarmelayu.com,KAMPAR Wilayah Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, termasuk salah satu daerah terdampak kabut asap tebal pagi ini, Selas
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Setelah beberapa waktu berada di level Tidak Sehat dan Sangat Tidak Sehat, pagi ini BMKG mencatat kualitas udara
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sekolah di Pekanbaru kembali melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari, Selasa dan Rabu (67 Ok
Pendidikan
kabarmelayu.com,JAKARTA Indonesia memastikan tak akan mengizinkan gelaran konser musik Israel Houghton di Jakarta. Menteri Koordinator Bid
Muslim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau Zulkifli Syukur saat menghadiri Pengukuhan Guru Besar UIN
Pendidikan
kabarmelayu.com,BENGKALIS Kodim 0303/Bengkalis menggelar Apel Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tah
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru terus mengalami peningkatan. Kondisi ini terjadi seiring pe
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, masih menerapkan pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas di tengah kabut as
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan itu menyusul w
Pendidikan