KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Manfaatkan Teknologi Untuk Mengenal dan Melestarikan Budaya Melayu
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Manfaatkan Teknologi Untuk Mengenal dan Melestarikan Budaya Melayu
Article
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Dukungan terhadap bakal calon Wakil Walikota Pekanbaru Said Usman Abdulah (SUA) sampai hari ini terus mengalir dari masyarakat. Tidak hanya kalangan simpatisan dan kader, tapi dari tokoh masyarakat Riau, juga angkat bicara terkait persoalan mengenai persoalan yang menderanya sampai hari ini. Hanya bermasalah pada kesehatan jasmani dianggap hanya dugaan KPU bisa serta merta minta pergantian calon.
Hal ini disampaikan langsung oleh tokoh masyarakat Riau, Fauzi Kadir, Senin (3/10/16) ketika dikonfirmasi melalui selularnya Dijelaskannya, dengan belum memenuhi persyaratan kesehatan SUA, karena disabilitas, harusnya tim medis RSUD Arifin Ahmad memberikan kesempatan tes kesehatan kedua kepada SUA.
Namun tes kesehatan kedua ini, harus disaksikan oleh seorang ahli di setiap tahapan tes. Dan ini harus dikawal. Sehingga tidak menimbulkan interprestasi yang berbeda-beda dari masyarakat.
Baca Juga:
"Saya yakin Ketua dan Komisioner KPU Pekanbaru orang-orang bersih. Kan kalau diulang lagi tes kesehatannya, tidak ada masalah. Sehingga tidak timbul prasangka rekayasa dan fitnah. Lagi pula, KPU tidak mengerti juga medis. Harusnya juga disampaikan rinci kepada SUA tentang disabilitas oleh medis didampingi KPU. Ini untuk menghilangkan dugaan permainan," jelasnya.
Diungkapkan Fauzi Kadir, kredibilitas KPU sedang diuji. Terutama masalah trust. Sebab, trust masyarakat juga semakin luntur, akan profesionalitas penyelenggara Pilkada. Makanya, KPU harus membangun trust tersebut, kearah yang lebih baik.
Baca Juga:
Disinggung mengenai publis yang dilakukan KPU tentang SUA, menurut Fauzi, cara KPU tidak pas. Seharusnya sistemnya tidak demikian, dengan mempublis ke media. "Itu tadi, metodenya sudah tidak trust. Kalau orang-orang KPU, saya percaya sudah bagus. Metodenya saja yang aneh. Sebab, ini rentan terhadap faktor-faktor intervensi," sebutnya.
Dalam situasi sekarang, sah-sah saja masyarakat melakukan interprestasi berbeda. Karena masyarakat masih banyak yang tidak mengerti pengetahuan politik. Apalagi metode dan sistem yang dilakukan seperti ini, akan sulit dipercaya.
"Kalau memang SUA disebutkan disabilitas, kan ada kelasnya. Apakah berat, sedang dan biasa. Saat ini, orang mampu membungkus merek kuda, tapi sebenarnya isinya daging babi," kata Fauzi berumpama.
Makanya, agar fair, KPU harus memberikan tes kesehatan ulang khusus untuk SUA. Apalagi waktu sisa terakhir untuk kepastian pasangan Ide-SUA berlayar, hingga Selasa 4 Oktober, besok. "Mari kita ciptakan suasana kondusif untuk Pilkada ini," ajaknya. (rec)
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Manfaatkan Teknologi Untuk Mengenal dan Melestarikan Budaya Melayu
Article
kabarmelayu.com,PEKANBARU Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatia
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Riau belum juga menemuk
Parlemen
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 011 Desa Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, menggelar kegiatan kemeriahan HU
Pendidikan
kabarmelayu.com,KAMPAR Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, UPT SMP Negeri 1 Bangkinang K
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Riau I, Hendry Munief, mendorong agar Rancangan
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Penanggulangan dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Provinsi Riau akan menggelar rapat koordinasi (rakor) bers
Pemerintahan
Wakapolda Riau Operasi Kuantan Merah Putih Presisi Ungkap Aktivitas PETI hingga Pemilik dan Pemodal
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pengabdian para anggota dewasa Gerakan Pramuka di Provinsi Riau mendapat penghormatan pada peringatan Hari Pra
Pendidikan
Dispusip Siak Usulkan &039Syair Raja Siak&039 Sebagai IKON 2026 ke Perpusnas RI
Pemerintahan