Rabu, 01 Juli 2026 WIB

Hujan dan Aku

Harijal - Kamis, 01 Oktober 2020 11:09 WIB
Hujan dan Aku
Foto Ilustrasi

 

 

Puisi "Hujan dan Aku" karya Devi Rovina di bawah ini meraih piagam penghargaan 20 besar puisi terbaik dalam event puisi hujan yang diselenggarakan oleh Komunitas Puisi Indonesia dari tanggal 7 September hingga 20 September 2020.

Baca Juga:

Simak! bait puisinya berikut ini;

 

Baca Juga:

Hujan Dan Aku
Oleh : Devi Rovina

Pernahkah Kau berlari mengejar hujan? 
Aku pernah! 
Ketika terdengar deru airnya mengucur di kejauhan
Berpacu bersama sebaya ke sana
Gelak tawa tak hiraukan mereka
Yang memandang dengan berkerut rupa
Pernahkan Kau bermain bersama hujan? 
Aku pernah! 
Ketika derasnya menimpa seng rumah
Bergegas keluar merindui basahnya
Senang riang tak pedulikan siapa
Yang memandang dengan gelengan kepala
Pun ada yang tersenyum menyetujuinya
Pernahkah Kau berteduh menunggu hujan? 
Aku pernah! 
Ketika tetesnya tak kuperkenankan menyentuhku
Berhenti sejenak menghindari basahnya
Resah gelisah tak redakan hati
Yang degupnya semakin gemuruh
Pun gerutu ikut meneriakkan
Telat sudah menyatukan rinduku di sana
Pernahkah Kau berseri memandang hujan? 
Aku pernah! 
Ketika butirannya menitik ke daunan
Bergulir jatuh membasuhi tanah
Syahdu rindu menikmatinya
Yang mengembalikan ingatanku padamu
Pun menerawangkan sepenggal sejarah kita
Tiada duanya romansa itu
Dan telah kuabadikan bersama hujan dan aku. 

Di Bilikku,  08092020

SHARE:
beritaTerkait
Kemelut Riau Pos Grup, Rida K Liamsi Mengaku Diperlakukan Tak Adil
Pemko Gandeng Kader PKK Jaring Anak Putus Sekolah di Pekanbaru
Sempat Menghilang, Bupati dan Sekda Kuansing Tiba di Gedung Merah Putih KPK Malam Ini
Terdetiksi 254 Hotspot, Pemkab Siak Perkuat Mitigasi Hadapi Super El Nino
KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT di Kuansing, Bupati dan Sekda Masih Menghilang
41.578 Personel Polri Naik Pangkat, 87 Perwira Tinggi
komentar
beritaTerbaru