Panglima TNI: Alumni Taruna Nusantara Harus Menjadi Generasi Adaptif, Berkarakter, dan Berintegritas
Panglima TNI Alumni Taruna Nusantara Harus Menjadi Generasi Adaptif, Berkarakter, dan Berintegritas
TNI/Polri
Kabar Melayu - Di dunia ini, manusia ada yang tercipta dengan sempurna dan ada yang memiliki kekurangan. Bersyukurlah bagi kalian yang memiliki kesempurnaan fisik. Kalian bisa melaksanakan aktivitas dengan baik tanpa kesulitan.
Walaupun memiliki fisik yang sempurna, tak jarang mereka ingin mendapatkan kekayaan dengan cara instan. Mereka yang memiliki kekurangan fisik malah memanfaatkan kekurangannya untuk melakukan hal yang tak baik, seperti meminta-minta. Tapi hal ini tidak berlaku bagi seniman wanita ini.
Peng Jiangya, adalah seorang wanita yang hidup di desa kecil di Pegunungan Fanjing di Yunnan-Guizhou, China. Dulu ia memiliki jari-jari tangan yang lengkap, namun karena peristiwa ketika ia masih kecil membuatnya kehilangan jari-jari tangannya.
Baca Juga:
Saat Peng kecil, ia terjatuh di dekat tungku api dan membakar tangannya. Kala itu, orang tua Peng sedang tidak di rumah, sehingga ia tidak bisa mendapatkan pertolongan pertama. Karena keadaan ekonomi keluarganya, Peng tidak dapat melakukan operasi rekonstruksi pada jarinya, hingga membuatnya tidak memiliki jari.
Kehidupan tanpa jari dilalui Peng dengan sulit. Ia tidak bisa memagang sumpit dan segala sesuatu yang biasanya ia lakukan dengan mudah menjadi sulit.
Baca Juga:
Tapi, Peng bukan orang yang mudah menyerah. Ia terus berusaha dan giat berlatih melakukan segala sesuatu sendiri. Akhirnya, ia dapat melakukan segala sesuatunya dengan mudah walau tanpa jari.
Bahkan, Peng berhasil menyelesaikan sekolahnya dan menikah di usia 18 tahun. Ia pun dikaruniai empat orang anak dari hasil pernikahannya tersebut.
Tapi, kondisi ekonomi keluarganya pun bukan tergolong keadaan ekonomi yang baik. Uang dari hasil kerja suaminya tak mencukupi untuk hidupnya dan anak-anaknya.
Akhirnya, Peng bekerja sebagai penyulam. Memang awalnya sangat susah menyulam tanpa jari, tapi lama kelamaan Peng dapat melakukannya dengan baik. Ia juga dapat memasukkan benang ke dalam jarum dalam waktu kurang dari lima detik.
Bahkan, hasil sulaman Peng tak kalah indah dari para seniman yang memiliki jari lengkap. Peng juga dapat menyelesaikan sulaman sulit dalam waktu dua bulan.
Berkat beritanya yang sudah menyebar, kini banyak wisatawan yang datang untuk membeli hasil sulaman Peng.
Dari kisah ini, kita sebagai manusia yang memiliki organ tubuh lengkap dan sempurna secara fisik harus lebih giat dalam berusaha. Jangan mudah putus asa, lakukan segala sesuatu dengan baik dan pantang menyerah.(KM)
Sumber
Panglima TNI Alumni Taruna Nusantara Harus Menjadi Generasi Adaptif, Berkarakter, dan Berintegritas
TNI/Polri
kabarmelayu.com,SIAK Kepolisian Sektor (Polsek) Kandis melaksanakan proses penyerahan dan pemakaman jenazah tanpa identitas (Mr X) yang
Hukrim
Dalam rangka mendukung program Presiden Republik Indonesia mewujudkan ketahanan pangan nasional, Polsek Kandis melaks
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Nama H. Haris yang disebut dalam laporan dugaan penjarahan buah sawit di lahan negara berstatus 110B yang dikelola
Hukrim
kabarmelayu.com,KAMPAR Setelah 6 tahun menimba ilmu di bangku UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kecelakaan lalu lintas maut kembali terjadi di Jalan Soekarno Hatta, Kota Pekanbaru. Seorang pengendara sepeda m
Peristiwa
kabarmelayu.com,JAKARTA Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) saat ini tengah memperjuangkan kesejahteraan dosen di Mahkamah Konstitusi (MK) mela
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Untuk memastikan kegiatan gotong royong berjalan optimal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Bupati
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah pusat melalui Kementerian Dikdasmen menyetujui pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) di Kota Pekanbaru.
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhu
Pemerintahan