Gerak Cepat, Polsek Bina Widya Ungkap Kasus Curanmor 10 TKP
Gerak Cepat, Polsek Bina Widya Ungkap Kasus Curanmor 10 TKP
Hukrim
MAKASSAR - Video pernikahan bocil alias anak-anak di bawah umur viral di media sosial belakangan ini. Peristiwa pernikahan anak itu terjadi di Kabupaten Wajo, Sulsel.
Terkait video viral itu, Koalisi Stop Perkawinan Anak (KSPA) Sulawesi Selatan langsung membentuk tim kerja demi mengawal dan mencegah kasus serupa terulang kembali.
Direktur Institute of Community Justice (ICJ) Makassar Warida Syafie sebagai salah satu anggota KSPA Sulsel di Makassar, Rabu (1/5/2022) mengatakan, kasus pernikahan anak yang terjadi di Wajo merupakan tamparan bagi pemerhati anak dalam upaya pencegahan pernikahan di usia anak.
Baca Juga:
Maka pantauan bagi yang telah menikah akan terus dilakukan guna memperoleh pengetahuan terkait kesehatan reproduksi. Selain itu, segera dilakukan pertemuan dengan pihak Pemerintah Kabupaten Wajo untuk mengetahui bagaimana perkawinan anak bisa terjadi di daerah itu.
"Sebenarnya ini tamparan buat kita semua. Karena peristiwanya sudah terjadi, yang bisa kita lakukan untuk kasus Wajo ini adalah memastikan anak-anak ini tetap dalam pantauan koalisi dan memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi kepada keduanya termasuk keluarganya," ujar Warida Syafie.
Baca Juga:
Peristiwa pernikahan anak di Kabupaten Wajo menjadi viral setelah video pernikahan pasangan MF (15) dan NS (16) diunggah tamu undangan di media sosial dan dikomentari ratusan netizen.
Perkawinan anak yang terjadi di Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo, Ahad, 22 Mei 2022 itu, mendapat perhatian serius sejumlah NGO yang tergabung dalam Koalisi Stop Perkawinan Anak.
Pada Rabu 1 Juni 2022, Koalisi Stop Perkawinan Anak melakukan pertemuan rutin dan menyebut peristiwa tersebut merupakan kasus luar biasa.
Sejumlah langkah strategis telah disusun KSPA, Warida menyebutkan saat ini tim kerja mulai bergerak dan melalukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait termasuk penjangkauan terhadap anak-anak dan keluarganya di Wajo.
Minta Media Tidak Eksploitasi
Koalisi Stop Kawin Anak akan melakukan pertemuan ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Forum Komunikasi (FORKOM) PPA.
Selain itu, juga akan melakukan kunjungan ke pemerintah daerah Kabupaten Wajo terkait dengan langkah kongkret untuk perlindungan bagi anak.
KSPA Sulsel tidak lupa meminta media tidak mengeksploitasi anak-anak yang menjadi korban perkawinan anak ini.
"Saya kira media paham soal kode etik jurnalistik dan bagaimana pemberitaan yang ramah anak," kata Andi Yudha Yunus sebagai salah satu pemerhati anak yang juga menjadi anggota Koalisi Stop Perkawinan Anak.
Diharapkan tidak ada lagi kasus perkawinan anak yang terjadi di Sulsel dan masyarakat bisa terlibat aktif melakukan pencegahan mulai dari tingkat dusun, desa, sampai kabupaten dan provinsi.*
(sumber: Liputan6.com)
Gerak Cepat, Polsek Bina Widya Ungkap Kasus Curanmor 10 TKP
Hukrim
Polsek Kandis dan Petani Bersama Merawat Tanaman Jagung agar Tumbuh Subur
Lingkungan
kabarmelayu.com,INHIL Teror serangan monyet yang terjadi dalam sepekan terakhir di Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), terus ber
Peristiwa
kabarmelayu.com,INHIL Anggota DPRD Provinsi Riau, Samsuri Daris, terus berkomitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat di tengah keterba
Parlemen
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, SE., MT., melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, H.
Pemerintahan
kabarmelayu.com,SIAK Program pengembangan pertanian berbasis smart farming yang dijalankan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau bersama Gabun
Pemerintahan
kabarmelayu.com,RIAU Aksi penipuan dengan mencatut nama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau, Raja Isyam Azwar, kembali terjadi.
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan tetap memberikan keringanan kepada para eks pemegang Hak Guna Ban
Pemerintahan
Jembatan Rantau Berangin, Desa Merangin Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar, kembali menelan korban. Jika beberapa pe
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Menjelang peringatan Hari Jadi ke69 Provinsi Riau, Gubernur Riau periode 20182019 Wan Thamrin Hasyim mener
Pemerintahan