Jumat, 01 Mei 2026 WIB

Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza tewas dalam serangan Israel

Redaksi - Jumat, 04 Juli 2025 09:26 WIB
Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza tewas dalam serangan Israel
Potret dokter Marwan Al-Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara.(BBC/Kementerian Kesehatan Gaza)
kabarmelayu.comJAKARTA - Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, yang juga berprofesi sebagai dokter, Marwan Al-Sultan, tewas dalam serangan udara Israel, Rabu (2/7/2025). Dalam serangan itu, istri dan beberapa anaknya juga tewas.

Anak perempuan Al-Sultan, Lubna, berkata rudal pesawat tempur F-16 menargetkan kamar ayahnya.

"Persis di tempat dia berada, tepat mengarah kepadanya," kata Lubna kepada kantor beritaAssociated Press.

"Semua kamar di rumah itu utuh kecuali kamarnya yang terkena rudal," ucapnya.

Baca Juga:

Terkait serangan udara itu, otoritas militer Israel (IDF) membuat klaim rudal mereka menyasar "teroris utama" dari Hamas di wilayah Gaza. IDF mengklaim prihatin pada warga sipil yang terluka dan berjanji "akan memitigasi risiko semaksimal mungkin".

Putri dokter Al-Sultan menyatakan ayahnya tidak terlibat dengan kelompok milisi manapun.

Baca Juga:

"Dia hanyalah orang yang mencemaskan semua pasien yang dia rawat selama perang," ujarnya.

Dokter Al-Sultan adalah direktur Rumah Sakit Indonesia, yang dinyatakan tidak lagi beroperasi. Penyebabnya, merujuk PBB, adalah "serangan Israel yang berulang dan kerusakan struktural yang berkelanjutan.

IDF pada berbagai kesempatan mengakui telah melancarkan serangan ke rumah sakit itu. Alasan yang mereka ajukan, rumah sakit itu merupakan bagian dari "infrastruktur kelompok teror".

Tuduhan itu telah berulang kali dibantah otoritas kesehatan Gaza, kelompok pekerja medis lintas negara, dan juga PBB.

Menurut laporan PBB, tidak ada lagi rumah sakit yang berfungsi di wilayah Gaza utara, termasuk Rumah Sakit Indonesia.

Rumah Sakit Indonesia di Gaza dibangun sejak 2011 dengan dana yang berasal dari donasi masyarakat serta sejumlah organisasi di seperti Palang Merah Indonesia dan Muhammadiyah. Donasi itu dikumpulkan oleh Medical Emergency Rescue Commitee (Mer-C).

"Rumah sakit ini sangat penting bagi kedua negara, yakni momentum dan simbol kerja sama dan persahabatan antara Indonesia dan Palestina karena Palestina selalu ada di hati kita," kata Jusuf Kalla, Wakil Presiden Indonesia, saat seremoni simbolis di Jakarta, Januari 2016.

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengecam serangan Israel yang menewaskan dokter Al-Sultan, dalam pernyataan resmi, Kamis (3/7/2025).

"Indonesia mengapresiasi jasa, komitmen, dan perjuangan beliau bagi kemanusiaan serta bagi perdamaian di Palestina," demikian pernyataan resmi tersebut.

Profil dan rekam jejak

Selain menjabat sebagai orang nomor satu di Rumah Sakit Indonesia di Gaza, dokter Al-Sultan juga berstatus pakar kardiologi intervensional.

Lembaga kemanusiaan Mer-C menyebut Al-Sultan "tanpa henti memimpin Rumah Sakit Indonesia di bawah situasi yang sulit, menyediakan layanan medis penting bagi rakyat Palestina meskipun terus-menerus menghadapi ancaman serangan udara Israel dan keterbatasan sumber daya yang parah".

Saat Israel memblokade rumah sakit itu pada Desember 2024, dokter Al-Sultan keluar dari kompleks fasilitas medis tersebut.

Walau begitu, Al-Sultan tetap tinggal di Gaza utara. Dia sempat kembali bekerja di meja operasi selama periode gencatan senjata, Januari 2025.

Selain menjabat sebagai orang nomor satu di Rumah Sakit Indonesia di Gaza, dokter Al-Sultan juga berstatus pakar kardiologi intervensional.

Lembaga kemanusiaan Mer-C menyebut Al-Sultan "tanpa henti memimpin Rumah Sakit Indonesia di bawah situasi yang sulit, menyediakan layanan medis penting bagi rakyat Palestina meskipun terus-menerus menghadapi ancaman serangan udara Israel dan keterbatasan sumber daya yang parah".

Saat Israel memblokade rumah sakit itu pada Desember 2024, dokter Al-Sultan keluar dari kompleks fasilitas medis tersebut.

Walau begitu, Al-Sultan tetap tinggal di Gaza utara. Dia sempat kembali bekerja di meja operasi selama periode gencatan senjata, Januari 2025.

Merujuk catatan Mer-C, selama memimpin Rumah Sakit Indonesia Al-Sultan menjalin kerja sama dengan berbagai badan kemanusiaan dari berbagai negara, antara lain dari Kerajaan Bersatu (United Kingdom), Belanda, Belgia, Kanada, dan Spanyol.

"Di bawah kepemimpinannya, Rumah Sakit Indonesia menjadi pusat perawatan kesehatan yang vital, bukan target militer seperti yang dituduhkan secara keliru oleh narasi Israel," begitu pernyataan Mer-C.

BBCNews Indonesia

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal
PWI Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Syahrul Aidi Maazat Serap Aspirasi 5 Asosiasi Media dan Wartawan Riau
Anggota DPR RI Dr. Syahrul Aidi Maazat Silaturahmi Bersama Insan Pers Riau
Lampung Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027
Skandal Perzinahan Kades, Kriminalisasi Wartawan dan Dugaan Suap Penyidik
komentar
beritaTerbaru