Panglima TNI Hadiri Penyerahan Hasil Penertiban Kawasan Hutan Tahap Kedelapan
Panglima TNI Hadiri Penyerahan Hasil Penertiban Kawasan Hutan Tahap Kedelapan
TNI/Polri
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, mengatakan angka tersebut menurun dibandingkan hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 (LF SP2020) yang sebesar 2,28, sekaligus melanjutkan tren penurunan sejak 2010 yang saat itu masih berada di angka 2,82.
"TFR Provinsi Riau hasil SUPAS 2025 tercatat sebesar 2,21. Ini menunjukkan tren penurunan fertilitas masih berlanjut dan Riau semakin mendekati tingkat penggantian penduduk atau replacement level," ujar Asep Riyadi, Rabu.
Baca Juga:
Ia menjelaskan, meskipun tren penurunan terus terjadi, lajunya kini cenderung lebih landai dibandingkan periode sebelumnya.
Selain itu, BPS juga mencatat adanya perbedaan tingkat fertilitas antar wilayah. Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan TFR terendah sebesar 2,04, sementara Kabupaten Bengkalis mencatat angka tertinggi yakni 2,53.
Baca Juga:
"Perbedaan ini mencerminkan variasi karakteristik sosial, budaya, ekonomi, serta akses terhadap layanan kesehatan reproduksi di masing-masing daerah," jelasnya.
Dari sisi umur, pola kelahiran juga mengalami perubahan. Data Age Specific Fertility Rate (ASFR) menunjukkan penurunan signifikan pada kelompok usia muda, terutama 15–19 tahun, dari 43,90 kelahiran per 1.000 perempuan pada 2010 menjadi 11,08 pada 2025.
"Penurunan fertilitas pada usia muda cukup signifikan. Namun puncak fertilitas masih berada pada kelompok umur 25–29 tahun, meskipun angkanya juga mengalami penurunan," kata Asep.
Di sisi lain, terdapat pergeseran pola fertilitas dengan meningkatnya angka kelahiran pada kelompok usia 30–44 tahun, yang mengindikasikan kecenderungan menunda kelahiran.
Sementara itu, Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR) Riau pada 2025 tercatat sebesar 17,42 kelahiran per 1.000 penduduk, turun 1,29 poin dibandingkan 2020.
Untuk penggunaan kontrasepsi, Angka Prevalensi Kontrasepsi (CPR) mencapai 57,46 persen, yang menunjukkan lebih dari separuh perempuan usia subur atau pasangannya telah menggunakan metode kontrasepsi.
Di sisi mortalitas, BPS mencatat Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR) sebesar 4,58, atau sekitar 4 hingga 5 kematian per 1.000 penduduk.
Sementara itu, Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR) tercatat sebesar 13,28 per 1.000 kelahiran hidup, turun signifikan dibandingkan tahun 2010 yang mencapai 22,94.
"Penurunan IMR ini menunjukkan adanya perbaikan derajat kesehatan masyarakat, meskipun masih terdapat disparitas antarwilayah," ungkap Asep.
Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat memiliki IMR tertinggi sebesar 18,68, sedangkan terendah berada di Kota Pekanbaru dengan angka 10,00.
Menurut Asep, data ini menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan pembangunan kependudukan dan kesehatan di Riau ke depan.
"Data fertilitas dan mortalitas ini menjadi pijakan penting dalam menyusun kebijakan, terutama terkait pengendalian penduduk dan peningkatan kualitas kesehatan. masyarakat," tutupnya.
Panglima TNI Hadiri Penyerahan Hasil Penertiban Kawasan Hutan Tahap Kedelapan
TNI/Polri
Kepala BNNK Pekanbaru Bekali 2.900 Mahasiswa Baru Unilak tentang Bahaya Narkoba
Sosial
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE, MT menghadiri pengukuhan Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Inhil untuk m
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dua pesawat gagal mendarat akibat rendahnya Jarak pandang rendah di Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Peka
Peristiwa
Sambut HUT ke27 Siak, BRK Syariah Gelar Safari Haji, Realisasi Porsi Haji Capai 614
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera kembali melonjak, Rabu (7/10/2026). Dari angka 2500an, pagi ini
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Pekanbaru menggandeng Universitas Riau (UNRI) menggelar Seminar
Ekbis
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya memastikan wilayah bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) benarbenar aman terus dilakukan. BPBD Pen
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan kenaikan harga cabai yang dipicu t
Pemerintahan
Perlebar 3 Ruas Jalan Pekanbaru, Wako Agung Apresiasi dan Ucapkan Terimakasih Kepada Plt Gubri SF Hariyanto
Pemerintahan