Jumat, 23 Oktober 2026 WIB

UI Ungkap Penyebab Tingginya Angka Kematian Corona

Harijal - Jumat, 27 Maret 2020 20:28 WIB
UI Ungkap Penyebab Tingginya Angka Kematian Corona
(ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)
Ilustrasi pasien positif virus corona

JAKARTA - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) menyatakan bahwa angka kematian akibat virus corona (Covid-19) tergolong tinggi di Indonesia lantaran banyak pasien yang telat diberi perawatan.

Dekan FKUI Ari Fahrial Syam mengaku pihaknya sudah menelusuri itu dari sejumlah kasus. Tidak sedikit pasien sudah dalam kondisi buruk saat ditangani dokter di rumah sakit tujukan.

"Rumah Sakit rujukan sudah penuh atau rumah sakit awalnya dengan kapasitas terbatas akhirnya harus dikirim [rujukan]. Ini yang akhirnya menyebabkan datang ke rumah sakit rujukan terlambat," kata Ari dalam diskusi daring melalui akun Youtube Medicine UI, Jumat (27/3).

Baca Juga:

Sebenarnya, kata Ari, dokter di rumah sakit rujukan bisa memprediksi akibat terburuk jika menerima pasien sedini mungkin, lalu melakukan langkah yang tepat. Namun, jika sudah dalam kondisi buruk, pasien semakin sulit untuk diselamatkan.

"Ketika diperiksa trombosit turun, fungsi hati menurun, tekanan darah turun, kesadaran sulit diajak bicara, fungsi ginjal turun," kata Ari.

Baca Juga:

Ari menilai rumah sakit rujukan yang penuh dan tak bisa menampung pasien baru jadi penghambat seseorang mendapat perawatan. Terlebih, tidak sedikit masyarakat yang cemas dan ingin mengecek kesehatannya meski hanya mengalami gejala ringan.

Ari menyebut 70 hingga 80 persen pasien corona di Indonesia memiliki gejala ringan. Namun mereka berbondong ke rumah sakit dan bersaing dengan pasien dengan gejala lebih kritis.

Menurutnya, tidak semua pasien harus diisolasi di rumah sakit rujukan. Orang dengan gejala ringan bisa diisolasi di rumah.

Faktor lain yang membuat angka kematian akibat corona cenderung tinggi yakni masalah alat kesehatan. Misalnya alat bantu pernapasan seperti ventilator yang jumlahnya terbatas. Alat cuci darah bagi pasien yang mengalami komplikasi pada fungsi ginjal pun terbatas.

Perkara usia dan riwayat penyakit juga termasuk faktor yang membuat pasien positif corona meninggal dunia. Pemerintah, kata Ari, harus tegas mengimbau agar masyarakat berusia lanjut tidak sering berkegiatan di luar rumah.

Sejauh ini, telah ada 1.046 orang di Indonesia yang positif terinveksi virus corona per Jumat (27/3). Sebanyak 87 orang meninggal dunia dan 46 orang sembuh dari Covid-19.

(CNNIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Pemilihan Ketua OSIS Periode 2026-2027
Bertandang ke Kandang Persikad, PSPS Incar Enam Kemenangan Beruntun
Polda Riau Sita 2,1 Kilogram Sabu serta 284 Catridge Diduga Etomidate di Pekanbaru, Satu Tersangka Diamankan
Aroma Konflik Pengajuan HGU di Balik Kemitraan PT Oscar Investama, Hak Warga Terancam
Residivis Kasus Narkoba Diciduk Polisi di Panger, 2,14 Gram Sabu Disita
Ciptakan Lingkungan Belajar Sehat, BNN Dumai Resmikan Kemitraan P4GN di SMP Negeri 2
komentar
beritaTerbaru