Satreskrim Polres Pelalawan Ungkap Kasus Galian C Ilegal di Kerumutan
Satreskrim Polres Pelalawan Ungkap Kasus Galian C Ilegal di Kerumutan
Hukrim
JAKARTA - Astronom dari National Radio Astronom Observatory (NRAO), William Cotton menjelaskan galaksi yang memiliki bentuk X dan muncul di malam hari merupakan kumpulan noda bercahaya terang yang sebetulnya 'biasa saja'.
Namun, ketika Cotton dan tim melihat lebih dalam melalui gelombang radio, galaksi ini ternyata merupakan hasil dari muntahan lubang hitam (black hole).
Lubang hitam sendiri diartikan melahap material yang berada di lingkungan antariksa selama jutaan tahun, hingga mengalami 'gangguan pencernaan' kosmik.
Baca Juga:
Lalu mereka memuntahkan material yang diandaikan sebagai 'jet kembar' ke ruang angkasa. Masing-masing dari mereka melakukan perjalanan secara berlawanan arah dengan kecepatan luar biasa.
"Ini (galaksi berbentuk X) sebenarnya bentuk dari bumerang ganda. Artinya, ada sesuatu yang ada di dalam galaksi mengalihkan aliran ke sayap sekunder ini," kata Cotton seperti dikutip Live Science.
Baca Juga:
Lebih lanjut kata Cotton, proses pengalihan aliran itu disebut model 'arus balik hidrodinamik' yang dijelaskan melalui proses keluarnya material jet kembar dari lubang hitam.
Usai mengarungi antariksa, jet kembar itu meledak melalui halo gas galaksi dan bergerak maju ke ruang intergalaksi.
Jet kembar juga mengalami penumpukan tekanan ketika mereka semakin menjauh dari galaksi dan pada akhirnya memaksa beberapa materi untuk berputar dan mengalir kembali ke pusat.
"Arus balik merupakan hal umum di galaksi aktif, tetapi biasanya semua materi yang kembali itu menonjol di tengah galaksi," kata Cotton seperti dikutip Space.
"Pada kasus PKS 2014-55 (nama ilmiah galaksi berbentuk X), lingkaran debu dan gas yang panas dimiringkan sedemikian rupa sehingga aliran balik sebenarnya dibelokkan ke luar dari galaksi, lalu berbentuk seperti sebuah bumerang," lanjut dia.
Menurut Cotton, penampakan galaksi berbentuk X yang berhasil dibidik teleskop MeerKAT tidak ini saja, ada satu lagi material yang disemburkan oleh lubang hitam tetapi tak terlihat jelas alias samar-samar.
"Jika Anda melihat di sekitar tepi jet, ada yang kita sebut kepompong yaitu ledakan paling awal tetapi terlihat samar dan berumur 100 juta tahun," tegasnya.
(CNNIndonesia.com)
Satreskrim Polres Pelalawan Ungkap Kasus Galian C Ilegal di Kerumutan
Hukrim
HUT RI ke81, Ditbinmas dan Bid Humas Polda Riau Bersama Jurnalis Satukan Semangat Merah Putih
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PELALAWAN Pihak kepolisian didesak untuk mengusut tuntas peristiwa kebakaran yang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota DPR RI Fraksi PKB Daerah Pemilihan Riau II, H. Mafirion, meminta PT Agrinas Palma Nusantara (Persero)
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Hayfalah Boarding School berlangsung
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BUMD PT Riau Pangan B
Pemerintahan
kabarmelayu.com, BENGKALIS Rangkaian upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar malam resepsi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Pemanfaatan lahan desa oleh Sambu Group di Kecamatan Pulau Burung Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), mulai dipertany
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tak ada lapangan upacara, panggung atau barisan panjang pada peringatan HUT ke81 Kemerdekaan RI bagi personel M
Lingkungan