3.224 Hotspot di Sumatera, Sumsel 1.874, Riau Merangkak Naik
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera, Sabtu pagi (24/10/2026) masih berada di angka tiga ribuan. Updat
Lingkungan
JAKARTA - Astronom dari National Radio Astronom Observatory (NRAO), William Cotton menjelaskan galaksi yang memiliki bentuk X dan muncul di malam hari merupakan kumpulan noda bercahaya terang yang sebetulnya 'biasa saja'.
Namun, ketika Cotton dan tim melihat lebih dalam melalui gelombang radio, galaksi ini ternyata merupakan hasil dari muntahan lubang hitam (black hole).
Lubang hitam sendiri diartikan melahap material yang berada di lingkungan antariksa selama jutaan tahun, hingga mengalami 'gangguan pencernaan' kosmik.
Baca Juga:
Lalu mereka memuntahkan material yang diandaikan sebagai 'jet kembar' ke ruang angkasa. Masing-masing dari mereka melakukan perjalanan secara berlawanan arah dengan kecepatan luar biasa.
"Ini (galaksi berbentuk X) sebenarnya bentuk dari bumerang ganda. Artinya, ada sesuatu yang ada di dalam galaksi mengalihkan aliran ke sayap sekunder ini," kata Cotton seperti dikutip Live Science.
Baca Juga:
Lebih lanjut kata Cotton, proses pengalihan aliran itu disebut model 'arus balik hidrodinamik' yang dijelaskan melalui proses keluarnya material jet kembar dari lubang hitam.
Usai mengarungi antariksa, jet kembar itu meledak melalui halo gas galaksi dan bergerak maju ke ruang intergalaksi.
Jet kembar juga mengalami penumpukan tekanan ketika mereka semakin menjauh dari galaksi dan pada akhirnya memaksa beberapa materi untuk berputar dan mengalir kembali ke pusat.
"Arus balik merupakan hal umum di galaksi aktif, tetapi biasanya semua materi yang kembali itu menonjol di tengah galaksi," kata Cotton seperti dikutip Space.
"Pada kasus PKS 2014-55 (nama ilmiah galaksi berbentuk X), lingkaran debu dan gas yang panas dimiringkan sedemikian rupa sehingga aliran balik sebenarnya dibelokkan ke luar dari galaksi, lalu berbentuk seperti sebuah bumerang," lanjut dia.
Menurut Cotton, penampakan galaksi berbentuk X yang berhasil dibidik teleskop MeerKAT tidak ini saja, ada satu lagi material yang disemburkan oleh lubang hitam tetapi tak terlihat jelas alias samar-samar.
"Jika Anda melihat di sekitar tepi jet, ada yang kita sebut kepompong yaitu ledakan paling awal tetapi terlihat samar dan berumur 100 juta tahun," tegasnya.
(CNNIndonesia.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera, Sabtu pagi (24/10/2026) masih berada di angka tiga ribuan. Updat
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Babinsa Koramil 06 Siak Hulu Kodim 0313/KPR melakukan sosialisasi Penerimaan Prajurit TNI AD (Angkatan Darat. Babin
TNI/Polri
kabarmelayu.com,BOGOR Kasus dugaan penganiayaan berat berencana yang menimpa seorang warga bernama Ma&039mun bin Mar&039i di Kampung N
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Zulfadri terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tuah Negeri, K
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau mengungkap dugaan penyalahgunaan niaga dan penyimp
Hukrim
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota menggelar kegiatan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Int
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru menghadapi ujian penting dalam upaya mempertahankan posisi puncak klasemen sementara Pegadaian Ch
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau mengungkap peredaran narkotika jaringan internasional di Pekanbaru. Seoran
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Aroma konflik merebak dari rencana pengajuan Hak Guna Usaha (HGU) oleh PT Oscar Investama, perusahaan perkebunan kel
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menangkap seorang residivis kasus narkotika berinisial I (40) serta menyit
Hukrim