Jumat, 03 Juli 2026 WIB

Studi Terbaru: Obat Darah Tinggi Redam Sakitnya Covid-19

Harijal - Jumat, 05 Juni 2020 20:27 WIB
Studi Terbaru: Obat Darah Tinggi Redam Sakitnya Covid-19
(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Uji Lab Kandidat Obat Herbal untuk Covid-19

JAKARTA - Obat yang digunakan untuk mengendalikan tekanan darah tinggi ternyata bisa digunakan untuk menahan sakit yang ditimbulkan akibat terpapar virus covid-19.

Demikian sebuah studi baru yang dilakukan oleh Periset di European Heart Journal dilansir CNBC International, Jumat (5/6/2020).

Obat tersebut mampu menghilangkan kekhawatiran berlebih akibat serangan covid-19 yang menyakitkan. Pasien dengan tekanan darah tinggi memiliki risiko kematian dua kali lipat jika terpapar covid-19.

Baca Juga:

Covid-19 juga membuat penderita hipertensi mengalami kesulitan bernafas sehingga butuh bantuan ventilator. Obat tekanan darah tinggi, ternyata mampu mengurangi tingkat kematian yang lebih rendah di Rumah Sakti Huo Shen Shan di Wuhan.

Hampir 2.900 pasien covid-19 kembali sehat dengan menggunakan terapi obat tersebut dengan takaran atau dosis yang pas. Periset juga telah melakukan penelitian jika pasien diberikan obat tekanan darah tinggi yang dikenal dengan ACE Inhibitors dan ARBs mampu menahan rasa sakitnya.

Baca Juga:

The American College of Cardiology, American Heart Association and Heart Failure Society of America merekomendasikan pasien untuk melanjutkan obat hipertensi yang diresepkan untuk mereka yang terpapar covid-19.

Hasilnya membuka pintu bagi kemungkinan bahwa obat-obatan ini dapat dipelajari sebagai pengobatan pasti untuk Covid-19.

(CNBCIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Ternyata Wabup Kuansing Sempat Diperiksa KPK Saat OTT Bupati dan Sekda
Lapas Bagansiapiapi Terima Kunjungan Kakanwil Ditjenpas Riau
Mukhlisin Terima SK Plt Bupati Kuansing
Hadapi Perang Modern, Panglima TNI Pimpin Pengesahan Doktrin "Perisai Trisula Nusantara"
Bupati Siak Afni Zulkifli Masuk Daftar 22 Sosok Reset Indonesia
Pemkab Bengkalis Gelar Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026
komentar
beritaTerbaru