Jumat, 23 Oktober 2026 WIB

Astronom: Usia Alam Semesta 13 Miliar Tahun

Harijal - Rabu, 22 Juli 2020 07:37 WIB
Astronom: Usia Alam Semesta 13 Miliar Tahun
(Astari Kusumawardhani)
Ilustrasi alam semesta.

JAKARTA - Gabungan astronom mengungkapkan bahwa umur alam semesta saat ini adalah 13,77 miliar tahun. Pengamatan dilakukan di Gurun Atacama Chili, Amerika Selatan menggunakan Teleskop Kosmologi Atacama dari National Science Foundation (ACT).

Setelah itu mereka mengarahkan teleskop ke luar angkasa untuk mengukur konstanta atau nilai tetap Hubble (HO).

Pengukuran dilakukan untuk menggambarkan seberapa cepat alam semesta mengembang pada jarak yang berbeda dan menghasilkan angka-angka yang berbeda tergantung pada metode yang mereka gunakan.

Baca Juga:

Hasilnya, para astronom menghasilkan angka satu HO lalu mereka melakukan metode lain untuk mengukur cahaya tertua di ruang angkasa menggunakan gelombang mikro kosmik (CMB) dan menghasilkan HO lainnya.

Metode pengukuran cahaya yang dilakukan para astronom itu menggunakan satelit Planck, seperti dikutip Live Science.

Baca Juga:

Kendati demikian, pada 2019 silam, ada sebuah tim peneliti yang juga ikut mengukur pergerakan galaksi untuk menghitung umur alam semesta yang ternyata lebih muda.

Meskipun hasil penelitian umur alam semesta agak sedikit berbeda, astrofisikawan dari Center of Computational Astrophysics, Simone Aiola mengatakan usia alam semesta dapat mengungkapkan seberapa cepat kosmos berkembang.

Dilansir Earth Sky, pengukuran menggunakan Teleskop Kosmologi Atacama menunjukkan konstanta Hubble sebesar 67,6 kilometer mega per detik.

Hasil penemuan ini pun persis sama dengan perkiraan para peneliti dan astronom sebelumnya yaitu 67,4 kilometer mega per detik.

"Kami menemukan tingkat ekspansi yang tepat pada perkiraan oleh tim satelit Planck. Ini memberikan kami kepercayaan diri dalam pengukuran alam semesta," kata peneliti Steve Choi dari Universitas Cornell AS.

ACT sendiri mengukur fluktuasi latar belakang gelombang mikro kosmik. Para astronom juga dapat melihat lebih dekat polarisasi cahaya.

"Kami akan terus mengamati setengah langit dari Chili dengan teleskop kami," kata Wakil Direktur ACT dan Profesor Astronomi dan Astrofisika Reese W. Flower, Mark Devlin, Universitas Pennsylvania.

(CNNIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Pemilihan Ketua OSIS Periode 2026-2027
Bertandang ke Kandang Persikad, PSPS Incar Enam Kemenangan Beruntun
Polda Riau Sita 2,1 Kilogram Sabu serta 284 Catridge Diduga Etomidate di Pekanbaru, Satu Tersangka Diamankan
Aroma Konflik Pengajuan HGU di Balik Kemitraan PT Oscar Investama, Hak Warga Terancam
Residivis Kasus Narkoba Diciduk Polisi di Panger, 2,14 Gram Sabu Disita
Ciptakan Lingkungan Belajar Sehat, BNN Dumai Resmikan Kemitraan P4GN di SMP Negeri 2
komentar
beritaTerbaru