Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi 76 Paskibraka 2026
Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi 76 Paskibraka 2026
TNI/Polri
JAKARTA - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (UNPAD) Cissy Rachiana Sudjana memaparkan cara kerja vaksin virus corona (Covid-19) setelah berhasil disuntikkan ke tubuh seseorang.
Inti sel vaksin dikatakan bakal membuat tubuh merespons dengan ingatan baru. Artinya, tubuh akan mengingat bagaimana rasa dan kerja vaksin sehingga ke depannya ketika tubuh menghadapi virus yang serupa akan dilawan dengan antibodi yang telah berhasil dibangun.
"Setelah vaksinasi, timbul respons imun tubuh untuk menghasilkan sel memori dan menghasilkan antibodi. Perlu waktu untuk timbulnya kekebalan itu," kata Cissy dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube FMB9ID_IKP, Selasa (27/10).
Baca Juga:
Cissy juga menjelaskan setiap jenis vaksin yang diberikan kepada tubuh akan memiliki karakteristik dan menghasilkan antibodi yang berbeda. Misalnya seseorang disuntik vaksin Covid-19 maka antibodinya hanya akan merespons virus Covid-19 dan bukan virus baru yang lain.
Setelah proses vaksinasi selesai, respons tubuh itu dinamakan imunisasi.
Baca Juga:
Pemberian kekebalan tubuh untuk melawan virus yang sudah dikenali ini menurut Cissy manjur memberantas dan menghilangkan penyakit dari dunia, seperti cacar, difteri, hingga polio.
"Setelah kita disuntik vaksin atau mendapat vaksin, badan akan dirangsang dan terjadi respons imunologi," kata dia.
Kemudian bila proses vaksinasi dan imunisasi berhasil, maka dalam sebuah kelompok akan tercipta herd immunity atau kekebalan kelompok. Imunitas kolektif ini terbentuk secara bertahap dan tidak instan.
"Dan telah terbukti pemberian vaksin melalui program imunisasi dengan cakupan tinggi untuk menghasilkan herd immunity," jelas Cissy.
Pemerintah sudah mengambil langkah untuk menangani pandemi, yakni dengan mengeluarkan Perpres Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan vaksin Covid-19 dan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Pemerintah sekaligus mengklaim vaksin yang dibeli Indonesia dari beberapa negara akan datang bulan depan, yang meliputi Cansino, G42 atau Sinopharm, dan Sinovac.
Dari ketiga kandidat vaksin itu, rinciannya, Cansino menyanggupi 100 ribu vaksin (single dose) pada November dan sekitar 15-20 juta pada 2021.
Kemudian, Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5 juta dosis mulai datang pada November. Sementara itu, Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember.
(CNNIndonesia.com)
Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi 76 Paskibraka 2026
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setda Inhil, H. Fadillah
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mengupayakan proses hibah sejumlah aset eks Caltex yang saat ini masih b
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pergelaran Festival Pacu Jalur 2026 di Tepian Narosa, Taluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, resmi dibuka, R
Budaya
kabarmelayu.com,KUANSING Sebanyak 857 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan Festival Pacu Jalur, perhelatan budaya masyarakat K
Pemerintahan
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Manfaatkan Teknologi Untuk Mengenal dan Melestarikan Budaya Melayu
Article
kabarmelayu.com,PEKANBARU Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatia
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Riau belum juga menemuk
Parlemen
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 011 Desa Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, menggelar kegiatan kemeriahan HU
Pendidikan
kabarmelayu.com,KAMPAR Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, UPT SMP Negeri 1 Bangkinang K
TNI/Polri