Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Ungkap Peredaran 122 Butir Ekstasi, Satu Pria Diamankan
Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Ungkap Peredaran 122 Butir Ekstasi, Satu Pria Diamankan
Hukrim
Meski sebenarnya, pembahasan potensi gempa di zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut sebenarnya bukanlah hal baru. Bahkan, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengaku, pembahasan ini sudah lama dilakukan, sejak sebelum terjadi Gempa dan Tsunami Aceh tahun 2004.
Di sisi lain, kehebohan ancaman megathrust ini terjadi berawal dari pernyataan Daryono yang mengungkapkan adanya potensi gempa di zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut yang "tinggal tunggu waktu". Kedua zona ini adalah bagian dari 13 segmen megathrust yang mengelilingi Indonesia.
Baca Juga:
Dalam hal ini, "tinggal tunggu waktu" yang dimaksud adalah karena di kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar. Artinya, bukan berarti gempa itu akan terjadi dalam waktu dekat.
Lantas, dari pandangan ahli geologi, bagaimana sebenarnya potensi megathrust di Indonesia? Mengingat, gempa ini disebut bisa memicu bencana besar, dengan prediksi terburuk berkekuatan lebih dari M8 hingga memicu tsunami.
Baca Juga:
Independent Geologist Awang Satyana mengatakan, validitas analisis potensi gempa antara barat Sumatra dan selatan Jawa tidak bisa disamakan. Hal itu disampaikannya dalam Webinar Waspada Gempa Megathrust yang digelar Departemen Teknik Geofisika ITS bekerja sama dengan PVMBG - U-INSPIRE - IAGI secara online, Kamis (20/8/2024).
Dari hasil penelusurannya, ada perbedaan kekuatan gempa yang terjadi di Sumatra dan Jawa, berdasarkan rekaman data yang tersedia. Yang menunjukkan rentetan gempa kekuatan lebih dari M7 di Jawa memang sudah beberapa kali terjadi. Di sisi lain, Awang mengungkapkan, ketersediaan data dari bawah laut selatan Jawa juga terbatas. Sehingga, dia mengingatkan, agar analisis dan simulasi yang dilakukan memperhitungkan faktor itu.
Tak hanya itu, Awang juga mengingatkan ada faktor-faktor lain yang memengaruhi kekuatan gempa. Bisa saja, jelasnya, terjadi rilis-rilis energi yang diakibatkan gempa-gempa dipicu oleh sesar-sesar normal. Yang kemudian bisa mengurangi atau menekan kekuatan tidak sekaligus dilepaskan.
Karena itu, dia mengatakan, di pulau Jawa memang diketahui ancaman megathrust dengan kekuatan gempa lebih dari M7 nyata dan sudah terjadi. Namun, imbuh dia, untuk membuat gempa berkekuatan sampai M8, atau bahkan M9 seperti disimulasikan, tidak mudah seperti di barat Sumatra.
Kesiapan Pemerintah
Meski begitu, kata dia, pandangan itu memang tidak bisa diaplikasikan dari sisi pemerintah.
"Validitas analisis potensi gempa antara barat Sumatra dan selatan Jawa tidak bisa disamakan. Yang barat Sumatra jauh lebih valid dibandingkan selatan Jawa. Karena kita kekurangan data. Itu harus kita akui. Data jaringan seismometer dan GPS dasar laut diperlukan untuk penelitian dan mitigasi lebih lanjut/ akurat," katanya, dikutip Selasa (26/8/2024).
"Tapi, kalau dari sisi pemerintah, prepare for the worst. Jadi, apa yang saya katakan itu tidak bisa dipakai pemerintah. Karena mereka harus menyiapkan yang hal terbaik. Jadi yang terburuklah skenario yang mereka pakai," ujar Awang.
Dia mengaku hanya mengungkapkan fakta-fakta yang ada.
"Akibatnya, apa? Bagaimana dengan Sunda Strait dan Jawa megathrust? The worst is yet to come, tinggal tunggu waktu? Belum tentu menurut saya," sebutnya.
"Kalau saya berpendapat begini. Tidak terjadi, saya juga tidak tahu. Kalau saya ngomong gini, jumawa ya. It hard to come, sulit terjadi. Dan ini data geologi ya, kemudian data rekaman gempa selama 125 tahun terakhir. Itu tidak menunjukkan hal-hal seperti itu terjadi," kata Awang.(sumber)

Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Ungkap Peredaran 122 Butir Ekstasi, Satu Pria Diamankan
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU MA (17) seorang waria di Pekanbaru ditangkap Polsek Sukajadi lantaran membawa kabur sebuah hp Iphone milik teman
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pelarian N (42), seorang narapidana yang kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk Pekanbaru pada 2017 la
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Memasuki usia ke6 tahun, PT Riau Cargo Samudra menggelar acara Tasyakuran Milad ke6 sebagai momentum untuk m
Ekbis
kabarmelayu.com,ROHUL Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu (Rohul) memusnahkan barang bukti dari 77 perkara tindak pidana yang telah berke
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pernyataan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah merestorasi gamb
Lingkungan
kabarmelayu.com,JAKARTA Wakil Bupati Bengkalis, Provinsi Riau, Dr. H. Bagus Santoso secara didaulat dan dipercaya untuk mengemban amanah
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau kembali menggelar razia yang menyasar 12 tempat hiburan ma
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2026 Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, disahkan sebes
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PELALAWAN Seekor beruang liar berukuran besar berkeliaran di sekitar kawasan permukiman warga Desa Beringin Makmur, Kecama
Peristiwa