Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi 76 Paskibraka 2026
Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi 76 Paskibraka 2026
TNI/Polri
JAKARTA - Laba-laba diabadikan dalam Alquran, tentunya memiliki keistimewaan. Buku ’Alquran vs Sains Modern menurut Dr. Zakir Naik’ karya Ramadhani, dkk menjelaskan jaring laba-laba yang menjadi inspirasi ilmuwan.
Dalam buku ini, dijelaskan bahwa ilmuwan Jelinski dan koleganya dari Cornell University, Itacha, New York, telah melakukan penelitian di laboratorium dan mengungkap rahasia dari laba-laba.
Terungkap bahwa jaring laba-laba terbuat dari molekul-molekul berbentuk serat, yang tersusun dari residu asam amino glisin 42 persen, alanin 25 persen, dan 33 persen sisinya glutamin, serin dan triosin.
Baca Juga:
Laba-laba memiliki struktur yang terorganisir rapi seperti kristal, memiliki ketahanan terhadap air dan kekuatan lima kali lebih besar ketimbang baja dengan ukuran yang sama. Jaring laba-laba juga dua kali lebih lentur dibandingkan serat nilon.
Oleh karena kuatnya serat pada jaring laba-laba, sehingga dikembangkan sebagai bahan tekstil tahan peluru, bodi mobil, penguat material komposit untuk peralatan elektronik dan bahan pesawat terbang.
Baca Juga:
Laba-laba juga sebagai inspirasi bagi penciptaan material baru yang berasal dari makhluk hidup. Bahkan, laba-laba menginspirasi para arsitek dari Jerman dalam mengembangkan konstruksi yang sangat kuat dan tipis.
Laba-laba disebutkan dalam sebuah ayat Alquran. "Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui," bunyi Surah Al-Ankabut Ayat 41.
Meskipun disebutkan dalam Alquran bahwa rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, namun dalam buku Alquran vs Sains Modern disebutkan bahwa laba-laba membuat jaring jebakan yang amat kuat untuk mencari mangsa yang terperangkap.
Jaring laba-laba dan rumahnya yang rapuh juga penggambaran kehidupan. Pertahanan rumah laba-laba bisa rusak bila terkena tiupan angin kencang, atau ada tangan-tangan manusia yang merusak serta mengusiknya.
Allah memberikan perumpamaan, di mana kehidupan seseorang bisa rapuh apabila dibangun tanpa dasar iman dan Islam. Cepat atau lambat pertahanan itu akan rusak, seiring besarnya angin fitnah yang bertiup dan semakin jauh dari Allah.
(ahl/okezone/rec)
Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi 76 Paskibraka 2026
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setda Inhil, H. Fadillah
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mengupayakan proses hibah sejumlah aset eks Caltex yang saat ini masih b
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pergelaran Festival Pacu Jalur 2026 di Tepian Narosa, Taluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, resmi dibuka, R
Budaya
kabarmelayu.com,KUANSING Sebanyak 857 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan Festival Pacu Jalur, perhelatan budaya masyarakat K
Pemerintahan
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Manfaatkan Teknologi Untuk Mengenal dan Melestarikan Budaya Melayu
Article
kabarmelayu.com,PEKANBARU Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatia
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Riau belum juga menemuk
Parlemen
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 011 Desa Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, menggelar kegiatan kemeriahan HU
Pendidikan
kabarmelayu.com,KAMPAR Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, UPT SMP Negeri 1 Bangkinang K
TNI/Polri