UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Pemilihan Ketua OSIS Periode 2026-2027
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota menggelar kegiatan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Int
TNI/Polri
JAKARTA - Direktur Jenderal Badan Antariksa Eropa, Johann Dietrich Wörner, mengatakan bahwa tinggal di Mars akan menjadi kehidupan yang keras dan menyedihkan. Bahkan jika suatu saat kita mengembangkan teknologi untuk mencapai planet merah tersebut, itu bukanlah ide yang bagus.
Rencana NASA untuk mengirim manusia ke Mars dalam dua dekade ke depan bisa dibilang salah satu tujuan paling menarik untuk mengeksplorasi ruang angkasa dalam waktu dekat.
Di European Space Agency, para ilmuwan tengah bekerja menuju tujuan untuk belajar lebih banyak tentang planet Mars. Namun, mereka tak mengira manusia bisa sampai ke Mars dalam waktu secepat itu.
Baca Juga:
Tantangan teknologi untuk misi ke Mars memang sangat besar. Jarak yang jauh antara Bumi dan Mars serta bahaya perjalanan jauh ke luar angkasa untuk astronot telah berulang kali menjadi sorotan. Periset juga melakukan penelitian untuk menyelidiki dampak buruk kesehatan dari paparan sinar kosmik jangka panjang di ruang angkasa.
Terlepas dari perdebatan aman atau tidaknya mengirim manusia ke Mars, kepala luar angkasa Eropa mengangkat isu utama lainnya. Ia mengatakan bahwa kondisi kehidupan di planet asing akan mengerikan, jauh lebih buruk dari yang digambarkan dalam film Hollywood, ‘The Mars’.
Baca Juga:
Upaya untuk meninggalkan bumi mungkin terdengar fiksi ilmiah saat ini. Namun, jika hal itu terjadi di masa depan, situasi koloni tidak akan bisa ditiru apakah mereka bermaksud untuk bulan atau Mars.
“Kolonisasi adalah kata yang salah,” kata Worner kepada The Times saat Konferensi Luar Angkasa Inggris di Manchester.
“Apakah Anda ingin tinggal di tempat di mana setengah bulan itu gelap dan setengah bulan ada matahari? Itu bulan. Tidak tinggal selama dua minggu dalam kegelapan, itu bukan kehidupan yang menyenangkan,” ujarnya.
“Mars itu sama, jika Anda pergi ke Mars situasi sedikit lebih baik tapi Anda tak bisa pergi keluar untuk berjalan-jalan. Anda selalu harus selalu terlindung dan tertutup, Anda bahkan tak bisa membawa anjing Anda ke pohon berikutnya. Orang Mars itu baik, tapi Mars tidak baik,” jelas Wörner.
Meskipun ia yakin bahwa suatu hari manusia akan berjalan di daratan planet Mars, ia berharap manusia tidak ingin meninggalkan planet asal mereka untuk selamanya, dan mereka akan menemukan cara untuk mengamankan kehidupan di daratannya selama berabad-abad berikutnya. Demikian seperti dilansir IB Times, Minggu (4/6/2017).
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota menggelar kegiatan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Int
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru menghadapi ujian penting dalam upaya mempertahankan posisi puncak klasemen sementara Pegadaian Ch
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau mengungkap peredaran narkotika jaringan internasional di Pekanbaru. Seoran
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Aroma konflik merebak dari rencana pengajuan Hak Guna Usaha (HGU) oleh PT Oscar Investama, perusahaan perkebunan kel
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menangkap seorang residivis kasus narkotika berinisial I (40) serta menyit
Hukrim
kabarmelayu.com,DUMAI Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Dumai memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar m
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dinas Kesehatan (Diskes) provinsi Riau mencatat total sudah ada 35.910 masyarakat Riau terpapar Infeksi Salura
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menghancurkan sebuah gubuk yang diduga menjadi lokasi tran
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Pulau Sumatera kembali meningkat dalam satu hari terakhir. Angka yang sa
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Riau Ayat Cahyadi mendorong pemerintah daerah dan ins
Parlemen