Ditresnarkoba Polda Riau Razia Kampung Rawan Narkoba di Pekanbaru
Ditresnarkoba Polda Riau Razia Kampung Rawan Narkoba di Pekanbaru
Hukrim
PENELITI Amerika Serikat menggunakan nanoteknologi ditambah alat kuat penyuntingan gen CRISPR-Cas9 untuk mematikan gen kunci terkait kolesterol pada sel hati tikus, kata kajian, yang disiarkan pada Senin.
Hal tersebut menjadi cara baru memperbaiki gen penyebab kolesterol tinggi dan penyakit hati lain.
Nanoteknologi adalah rancangan dan manipulasi material ribuan kali lebih kecil daripada lebar rambut manusia.
Baca Juga:
"Kami menunjukkan bahwa Anda dapat membuat nanopartikel, yang bisa digunakan secara tetap dan khusus menyunting DNA di hati hewan dewasa," kata penulis kajian itu, Daniel Anderson, mahaguru teknik kimia di Lembaga Teknologi Massachusetts.
Kajian itu, yang disiarkan pada Senin di Nature Biotechnology, memberi harapan untuk menyunting gen secara tetap, seperti, PCSK9, gen pengatur kolesterol, yang menjadi sasaran dua obat buatan perusahaan bioteknologi Regeneron Pharmaceuticals dan Amgen.
Baca Juga:
Dalam kajian tersebut, para ilmuwan mencoba mengembangkan cara yang aman dan efisien untuk memberikan komponen yang dibutuhkan untuk CRISPR-Cas9, sejenis gunting molekuler yang dapat secara selektif memangkas gen yang tidak berfungsi dan menggantinya dengan bagian DNA yang baru.
Sistem itu terdiri atas enzim pemotong DNA yang disebut Cas9 dan bagian RNA yang memandu pemotongan enzim ke tempat yang benar dalam genom. Sebagian besar tim saat ini menggunakan virus untuk mengirimkan CRISPR ke dalam sel, sebuah pendekatan yang terbatas karena sistem kekebalan tubuh dapat mengembangkan antibodi terhadap virus.
Untuk mengatasinya, tim memodifikasi komponen CRISPR secara kimiawi untuk melindungi mereka dari enzim dalam tubuh yang biasanya akan menghancurkannya. Tim itu kemudian memasukkan bahan tersebut ke dalam partikel lemak berskala nano dan menyuntikkannya ke tikus, yang akan bergerak menuju sel-sel hati.
Dalam tes yang menargetkan gen PCSK9, sistem tersebut terbukti sangat efektif, sehingga menghilangkan gen di lebih dari 80 persen sel hati. Protein PCSK9 yang dibuat oleh gen tersebut tidak terdeteksi pada tikus yang diobati, yang juga mengalami penurunan kolesterol total 35 persen, demikian laporan para peneliti tersebut.
Kadar kolesterol tinggi bisa menyumbat arteri, menyebabkan aliran darah berkurang sehingga bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke.
Tim peneliti tersebut sekarang bekerja untuk mengidentifikasi penyakit hati lainnya yang mungkin mendapat manfaat dari pendekatan tersebut, dan memperbaikinya untuk digunakan pada masyarakat.
"Jika Anda bisa memrogram ulang DNA hati Anda saat Anda masih menggunakannya, kami pikir, banyak penyakit bisa diatasi," demikian Anderson.
Ditresnarkoba Polda Riau Razia Kampung Rawan Narkoba di Pekanbaru
Hukrim
kabarmelayu.com, KUANSING Sebanyak 526 rumah di empat Kecamatan yakni Kecamatan Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang dan Inuman K
Peristiwa
Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah sebagai Penghormatan terhadap Perjuangan Pekerja
Pemerintahan
Meriah, Riau Bhayangkara Run 2026 Akan Diikuti Sepuluh Ribu Pelari
TNI/Polri
kabarmelayu.com,SIAK Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, mengikuti peresmian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serentak melalui daring di Ge
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru, intensif melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurba
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang anak lakilaki yang sebelumnya dilaporkan hilang tenggelam saat mand
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pasien Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru mengeluh. Ratusan pasien hari ini hanya dilayani oleh satu dokter pada S
Kesehatan
INHIL Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di MTsN 2 Indragiri Hilir kembali menuai sorotan publik. Sejumlah persoalan mulai
Pendidikan
Aparat Lambat Tutup Warung RemangRemang Cafe KE Lipat Kain, Masyarakat Siap Turun Tangan
Hukrim