UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Pemilihan Ketua OSIS Periode 2026-2027
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota menggelar kegiatan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Int
TNI/Polri
CIUDAD DE MEXICO - Setelah 10 bulan melakukan penjelajahan, para ilmuwan di Meksiko menemukan gua terbesar di dunia yang benar-benar merupakan sebuah keajaiban alam bawah laut. Gua menakjubkan sepanjang 347 kilometer ini juga merupakan temuan arkeologi penting, yang bisa mengungkapkan banyak rahasia peradaban Maya kuno.
"Gua besar ini merupakan situs arkeologi terendam yang paling penting di dunia. Gua ini memiliki lebih dari seratus konteks arkeologi, di antaranya adalah bukti pemukim pertama di Amerika, fauna punah, dan, tentu saja, peradaban Maya," kata arkeolog bawah air, Guillermo de Anda, dari Institut Antropologi dan Sejarah Nasional Meksiko.
De Anda mengepalai Great Maya Aquifer Project (GAM), sebuah usaha penelitian yang selama beberapa dekade menjelajahi gua-gua bawah laut di negara bagian Meksiko, Quintana Roo, yang terletak di garis pantai Karibia di Semenanjung Yucatan.
Baca Juga:
Wilayah tersebut memiliki 385 sistem gua bawah laut yang menakjubkan, mempersembahkan sekira 1.400 kilometer terowongan air tawar yang tersembunyi di bawah permukaan air, sebagaimana dilaporkan dari Science Alert.
Di antara jaringan yang luas ini, sebuah temuan yang luar biasa muncul minggu lalu. Disebut Sistem Sac Actun, gua raksasa ini sangat besar sehingga sebelumnya para peneliti mengira bahwa ia adalah dua sistem gua yang berbeda.
Baca Juga:
Sebelumnya, sistem lain yang disebut Dos Ojos (‘dua mata’) berukuran 93 kilometer, dianggap tidak sama dengan Sac Actun. Namun, 10 bulan penyelidikan di bawah laut membuktikan bahwa keduanya sebenarnya adalah satu rongga raksasa yang berkesinambungan.
"Kami mendekatinya beberapa kali. Dalam beberapa kesempatan, kami hanya berjarak satu meter dari penghubungan antara dua sistem gua besar tersebut," kata direktur eksplorasi GAM, Robert Schmittner, kepada surat kabar Meksiko, El Pais.
Para peneliti menemukan bahwa Sac Actun telah menyerap Dos Ojos. Dengan begitu, gua sepanjang 347 kilometer tersebut kini menjadi gua bawah laut yang paling terbesar di dunia, mengalahkan Sistem Ox Bel Ha, di Quintana Roo yang terbentang 270 kilometer.
Para peneliti juga mengungkap bahwa Sac Atun dapat tumbuh lebih luas lagi. Gua tersebut dapat terhubung dengan tiga sistem gua bawah laut lainnya, yang mengharuskan penyelaman lebih jauh untuk mengetahui bahwa gua itu memang menyatu.
Terdapat begitu banyak artefak peninggalan suku Maya yang menunggu untuk ditemukan dan dianalisis dalam gua tersebut.
"Kami telah mencatat lebih dari 100 elemen arkeologi, yakni sisa-sisa fauna yang telah punah, manusia purba, peninggalan Maya, keramik, dan makam Maya," kata Anda kepada media Meksiko.
Ia juga menyampaikan, begitu banyaknya peninggalan di dalam gua besar tersebut membuatnya bagaikan sebuah terowongan yang mengantar para peneliti ke zaman 10.000 hingga 12.000 tahun yang lalu.
(okezone.com)
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota menggelar kegiatan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Int
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru menghadapi ujian penting dalam upaya mempertahankan posisi puncak klasemen sementara Pegadaian Ch
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau mengungkap peredaran narkotika jaringan internasional di Pekanbaru. Seoran
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Aroma konflik merebak dari rencana pengajuan Hak Guna Usaha (HGU) oleh PT Oscar Investama, perusahaan perkebunan kel
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menangkap seorang residivis kasus narkotika berinisial I (40) serta menyit
Hukrim
kabarmelayu.com,DUMAI Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Dumai memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar m
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dinas Kesehatan (Diskes) provinsi Riau mencatat total sudah ada 35.910 masyarakat Riau terpapar Infeksi Salura
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menghancurkan sebuah gubuk yang diduga menjadi lokasi tran
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Pulau Sumatera kembali meningkat dalam satu hari terakhir. Angka yang sa
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Riau Ayat Cahyadi mendorong pemerintah daerah dan ins
Parlemen