Dari Kampung Bungsur, Polda Riau Kibarkan Merah Putih, Masyarakat Bergembira Rayakan HUT RI
Dari Kampung Bungsur, Polda Riau Kibarkan Merah Putih, Masyarakat Bergembira Rayakan HUT RI
Pemerintahan
JAKARTA - Bulan kembali akan ada pada posisinya yang paling dekat dengan Bumi pada hari ini, 21 Maret 2019. Rhorom Priyatikanto, peneliti LAPAN menyebut fenomena akan menjadi Supermoon yang terakhir untuk tahun 2019.
Fenomena yang dikenal sebagai Supermoon ini membuat Bulan akan terlihat bersinar lebih terang, dan terlihat lebih besar dari ukuran malam-malam sebelumnya.
Anda dapat melihat peristiwa supermoon ini menggunakan mata telanjang malam ini, akan tetapi untuk dapat melihat ukuran Bulan yang lebih besar, anda harus menggunakan teropong untuk melihat bulan, dan membandingkannya dengan ukuran bulan normal.
Baca Juga:
Lihat juga: FOTO: Terang Supermoon di Berbagai Negara
Rhorom mengatakan bahwa masyarakat Indonesia akan dapat melihat fenomena Supermoon ini sejak terbitnya Bulan pukul 18:00 WIB hingga 06:00 WIB keesokan harinya.
"Bila cerah, Supermoon bisa diamati sepanjang malam. Terbit sekitar pukul 18, tenggelam sekitar pukul 6 besok pagi. Tidak ada perubahan kasat mata sepanjang malam, sehingga waktu puncak tidak relevan," tulis Rhorom ketika dihubungi melalui pesan teks oleh CNN Indonesia, hari kamis (21/3).
Baca Juga:
"Bila bicara akurasi tinggi, titik terdekat purnama terjadi tanggal 21, pukul 08:44 WIB, akan tetapi bulan sedang di bawah ufuk Indonesia," lanjutnya.
Dengan demikian otomatis titik terdekat Bulan ini tidak bisa dilihat oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, Rhorom menjelaskan untuk dapat melihat ukuran bulan yang lebih besar, diperlukan semacam alat bantu, atau foto perbandingan.
Lihat juga: 'Merapal' Kehidupan Setiap Zodiak Akibat Fenomena Supermoon
"Hampir tidak mungkin membandingkan ukuran supermoon tanpa alat bantu. Namun, bila kita punya potret purnama biasa dan supermoon, maka perbedaan ukuran keduanya dapat terlihat ketika disandingkan," tuturnya.
Rhorom juga menambahkan himbauan terkait gelombang pasang yang kemungkinan akan terjadi bersamaan dengan siklon Trevor dan siklon Veronica, dan menyebabkan gelombang pasang tinggi.
"Saat supermoon, pasang surut pasti lebih tinggi dan masyarakat pesisir perlu memperhatikannya. Adanya siklon (Trevor dan Veronica) di sebelah selatan kepulauan Indonesia dapat menambah potensi gelombang tinggi di pesisir selatan yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia," tulis Rhorom.
(cnnindonesia.com)
Dari Kampung Bungsur, Polda Riau Kibarkan Merah Putih, Masyarakat Bergembira Rayakan HUT RI
Pemerintahan
Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau Musnahkan 525 Rakit
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim Opsnal Polsek Senapelan menangkap seorang pria berinisial DK (35) lantaran diduga menggelapkan uang tunai se
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Memperkuat hubungan dengan pelanggan sekaligus memperluas jaringan bisnis di Sumatera, PT Mitra Kencana Nusantar
Ekbis
kabarmelayu.com,INHU Penanganan laporan dugaan pembobolan kamar di wilayah hukum Polsek Batang Gansal, Polres Indragiri Hulu (Inhu), menua
Hukrim
kabarmelayu.com,JAKARTA Gempa bumi magnitudo 7,7 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 15 Agustus 2026, hingga saat ini tercatat me
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Arifa Rahma Maulydha, putri asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpilih mewakili Provinsi Riau sebagai angg
Pemerintahan
Semangat Kemerdekaan Warnai Karnaval Budaya, Puluhan Sekolah Unjuk Kreativitas di Rumah Rakyat
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Komitmen Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Indragiri Hilir menghadirkan pelayanan pertanahan yang ringkas, sigap
Sosial
kabarmelayu.com,ROHIL Persidangan perkara perdata No. 53/Pdt.G/2026/PN.Rhl di Pengadilan Negeri (PN) Rokan Hilir (Rohil) mengenai sengketa
Hukrim